Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Anggaran Setengah Miliar Ngendon, Untuk Rencana Tambal Sulam Jalan

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 17 Juni 2026 | 09:25 WIB
TERIK: Warga melintas di sekitar Jalan Raya Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Selasa (16/6). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
TERIK: Warga melintas di sekitar Jalan Raya Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Selasa (16/6). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Anggaran sekitar setengah miliar rupiah untuk program tambal sulam jalan belum bergerak.

Kegiatan rehabilitasi jalan itu masih berkutat di tahap pembahasan.

Program tersebut disiapkan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Pamekasan sebagai upaya penanganan kerusakan ringan pada jalan.

Namun, hingga pertengahan tahun, realisasinya belum tampak di lapangan.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Pamekasan Tri Gunawan mengatakan, rehabilitasi jalan merupakan pemeliharaan rutin untuk mencegah kerusakan meluas.

Baca Juga: CV Amour Berpeluang Kembali Garap Kantin Polres

Pola ini ditujukan menjaga fungsi layanan jalan tetap optimal.

Menurut dia, konsep program rehabilitasi jalan tersebut bersifat preventif.

”Perbaikan dilakukan sebelum kerusakan berkembang menjadi berat dan membutuhkan biaya lebih besar,” tuturnya.

Tri mengakui bahwa sejumlah ruas jalan di Kota Gerbang Salam mulai mengalami penurunan kualitas.

Kondisi itu membuat kebutuhan penanganan harus dilakukan bertahap.

Namun, pelaksanaan tetap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

Dengan banyaknya ruas jalan yang menjadi tanggung jawab, alokasi yang tersedia dinilai belum ideal.

Dia menjelaskan, hingga saat ini program rehabilitasi belum dimanfaatkan.

Program masih berada pada tahap perencanaan awal dan menunggu keputusan lebih lanjut dari pimpinan.

Selain itu, kenaikan harga bahan baku juga ikut memengaruhi perhitungan teknis pelaksanaan.

”Harapannya, tidak terdampak pemangkasan atau pengalihan anggaran,” ujar Tri.

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Achmad Fauzi menegaskan, program rehabilitasi jalan tidak boleh berhenti pada tataran perencanaan.

Dia meminta eksekusi anggaran benar-benar diarahkan pada kebutuhan prioritas di lapangan.

Baca Juga: Belanja Kertas Disperkimhub Rp 65 Juta, Plt Kepala: Sesuai Kebutuhan dan Atas Persetujuan DPRD

Menurut dia, titik kerusakan dengan tingkat mobilitas tinggi harus menjadi fokus utama penanganan.

”Keterlambatan perbaikan hanya akan memperbesar kerusakan dan membebani anggaran di kemudian hari,” imbuhnya.

Sementara itu, aktivis Pamekasan Moh. Rohim menyoroti lambatnya realisasi program tambal sulam jalan tersebut.

Dia menyebut situasi tersebut menunjukkan lemahnya komitmen perbaikan infrastruktur.

Dia mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret di lapangan.

”Jalan rusak yang dibiarkan berlarut akan berdampak langsung pada keselamatan dan ekonomi masyarakat,” tandasnya. (afg/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#rehabilitasi jalan #tambal sulam jalan #setengah miliar #Dinas PUPR Pamekasan