
PAMEKASAN, RadarMadura.id – Di bawah kepemimpinan Bupati KH. Kholilurrahman dan Wakil Bupati Sukriyanto, Pemkab Pamekasan terus berkomitmen mewujudkan percepatan pemerataan pembangunan di berbagai sektor.
Upaya tersebut dilakukan seiring penguatan program pembangunan berbasis nilai-nilai Gerbang Salam.
Komitmen tersebut terlihat dari dua agenda yang dijalankan dalam sehari pada Senin (15/6).
Yaitu, Bupati Kholil melakukan sosialisasi program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS), serta pelepasan Pawai Ta’aruf dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Melalui sosialisasi BSPS, pemerintah daerah berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait mekanisme dan pelaksanaan program bantuan perumahan dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Belanja Kertas Disperkimhub Rp 65 Juta, Plt Kepala: Sesuai Kebutuhan dan Atas Persetujuan DPRD
Program tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH) di Pamekasan.
Mantan anggota DPR RI itu mengingatkan agar program BSPS disampaikan secara utuh dan benar.
Dia meminta pelaksanaannya dilakukan dengan hati-hati, tidak menyimpang, serta dijalankan dengan ketulusan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, rumah merupakan kebutuhan fundamental masyarakat yang sangat penting dalam menentukan kualitas hidup seseorang beserta keluarganya.
Rumah bukan hanya sekadar bangunan yang terdiri dari dinding, lantai, atap, pilar dan lain sebagainya. Lebih dari itu, rumah tempat lahirnya harapan dan tumbuhnya kasih sayang keluarga.
”Terutama penyiapan generasi Indonesia Emas 2045 dimulai dari rumah. Sehingga, ketika pemerintah memperhatikan rumah hunian masyarakat, berarti sedang memperhatikan generasi untuk Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Orang nomor satu di Kota Gerbang Salam itu mengakui masih banyak rumah tidak layak huni yang menjadi tempat warga Pamekasan berlindung.
Baca Juga: Lima Karateka Berpeluang Tampil di Kejurnas
Setidaknya masih tercatat ada sekitar 7.000 unit rumah masih dalam kondisi kurang layak, mulai dari atap bocor, dinding rapuh, lantai tanah, hingga sanitasi yang belum memadai.
”Alhamdulillah, tahun ini Pamekasan mendapatkan 500 unit bantuan rumah dari program BSPS. Kami berharap bisa ada tambahan kuota, sekarang yang sedang diajukan seribu lebih. Semoga semuanya diterima dan dilancarkan,” tegasnya.
Bagi pengasuh Pondok Pesantren Matsaratul Huda itu, pembangunan sumber daya manusia (SDM) harus berjalan seiring dengan pembangunan fisik daerah, khususnya dalam pengamalan syariat.
Dia menegaskan bahwa aspek pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Salah satu kegiatan tersebut diwujudkan melalui syiar Pawai Ta’aruf yang rutin digelar setiap malam 1 Muharam di Masjid Agung Asy-Syuhada Pamekasan.
Kegiatan ini menjadi bagian penguatan nilai keislaman di masyarakat, sejalan dengan semangat Gerbang Salam yang terus dikawal pemerintah daerah.
”Alhamdulillah syariat yang diajarkan Rasulullah telah sampai kepada kita. Ayo, terus kita amalkan dan mantapkan. Apalagi Pamekasan adalah kota dan kabupaten Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam). Saya selaku bupati bertanggung jawab demi kesejahteraan dan kebaikan masyarakat Pamekasan ke depan,” tegasnya.
Pada semarak peringatan Tahun Baru Islam tersebut, sekitar 2.000 santri dan siswa mengikuti Pawai Ta’aruf berkeliling Kota Pamekasan.
Bupati Kholil berharap momentum ini dapat memperkuat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat, di samping bentuk ukhuwah lainnya.
”Harapan dan doa, semoga kegiatan ini semakin mengukuhkan komitmen kita dalam melanjutkan pengamalan syariat Islam sesuai tuntunan agama yang dibawa Rasulullah SAW, dan yang selama ini kita amalkan bersama,” pungkasnya. (lil/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti