Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

IPM Pamekasan Meningkat, FKIP Unira Soroti Sejumlah Tantangan Yang Perlu Diantisipasi

Anis Billah • Selasa, 16 Juni 2026 | 10:07 WIB

 

PAPARAN: Pemateri sedang menyampaikan materi saat FGD IPM di Unira, Pamekasan, Senin (15/6). (MOH ZAYYADI UNTUK JPRM)
PAPARAN: Pemateri sedang menyampaikan materi saat FGD IPM di Unira, Pamekasan, Senin (15/6). (MOH ZAYYADI UNTUK JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pamekasan mengalami peningkatan. Namun, masih ada sejumlah tantangan besar yang harus diselesaikan di lapangan.

Sejumlah tantangan tersebut didiskusikan dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang akselerasi IPM Pamekasan yang digelar Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unira di Pamekasan.

Dekan FKIP Unira, Moh. Zayyadi, menyatakan bahwa tantangan di balik peningkatan IPM cukup kompleks.

Misalnya, banyak generasi yang siap kerja, tetapi belum mendapatkan wadah di sektor industri. Selain itu, persoalan anak putus sekolah juga perlu mendapat perhatian serius.

“Kampus harus ambil bagian dalam menyelesaikan masalah ini,” tuturnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bumi Pamelingan memerlukan kerja sama lintas sektor dan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah.

“FKIP siap menjadi mitra kolaborasi yang menerjunkan riset dan mahasiswa ke titik-titik yang paling membutuhkan bantuan,” ujar Zayyadi saat membuka acara.

Kepala BPS Pamekasan, Parsad Barkah Pamungkas, mengungkapkan bahwa meskipun tren IPM Pamekasan naik ke kategori tinggi, potret detail di sektor pendidikan menunjukkan masih adanya kesenjangan yang harus dipangkas.

Hal tersebut dipertegas dengan data yang dipaparkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto.

Misalnya, Harapan Lama Sekolah (HLS) di Pamekasan cukup baik, yakni mencapai 13,83 tahun. Artinya, anak-anak di Pamekasan memiliki peluang dan harapan untuk mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.

Sayangnya, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) riil penduduk usia 25 tahun ke atas saat ini baru mencapai 7,29 tahun. Artinya, rata-rata warga hanya menempuh pendidikan hingga kelas 1 atau kelas 2 SMP.

“Fokus kami saat ini adalah meningkatkan kompetensi guru, membenahi sarana dan prasarana (sarpras) sekolah, serta menyesuaikan kurikulum agar anak-anak tidak putus sekolah,” papar Basri. (bil)

Editor : Anis Billah
#pamekasan #bps #ipm #unira