PAMEKASAN, RadarMadura.id – Semester pertama tahun anggaran 2026 hampir berakhir.
Namun, program rumah singgah di Surabaya yang menjadi prioritas bupati belum juga direalisasikan.
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Abd. Rasyid Fansari mengingatkan agar eksekutif segera mengeksekusi program tersebut.
Menurut dia, tahapan perencanaan telah memasuki bulan terakhir semester pertama.
”Secara tahapan perencanaan ini kan sudah masuk bulan terakhir di semester pertama tahun anggaran 2026. Kita berharap eksekutif merealisasikan program prioritas bupati dan wakil bupati tersebut,” ujarnya.
Rasyid menuturkan, rumah singgah merupakan salah satu program prioritas Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman dan Wakil Bupati Sukriyanto. Karena itu, realisasinya tidak boleh berlarut-larut.
Politikus PPP itu menambahkan, DPRD masih akan membahas APBD 2026 dalam waktu dekat.
Bahkan, jika diperlukan, penguatan anggaran juga dapat dilakukan melalui perubahan APBD pada semester kedua tahun ini.
”Dalam perjalanannya nanti kita masih akan mengagendakan pembahasan APBD 2026,” katanya.
Menurut Rasyid, program yang berkaitan dengan pelayanan publik harus menjadi prioritas.
Apalagi, rumah singgah sangat dibutuhkan masyarakat Pamekasan yang menjalani rujukan berjenjang ke rumah sakit di Surabaya.
”Hari ini bisa dipastikan banyak masyarakat kita (Pamekasan), puluhan bahkan mendekati ratusan, melakukan rujukan berjenjang ke rumah sakit tipe A di Surabaya,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, rumah singgah tersebut diperuntukkan bagi keluarga pasien yang mendampingi kerabatnya menjalani pengobatan.
Dengan adanya fasilitas itu, beban masyarakat dapat berkurang selama berada di Surabaya.
”Rumah singgah yang dimaksud itu bagi mereka yang hendak melakukan rujukan berjenjang, yang bisa dimanfaatkan keluarga pasien,” jelasnya.
Berdasarkan rapat kerja antara Komisi IV DPRD dan Dinas Sosial Pamekasan, program itu sejatinya tinggal menunggu instruksi pimpinan.
Karena itu, dia berharap realisasinya tidak lagi tertunda.
Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mencoba memberikan ruang klarifikasi kepada Kepala Dinsos Pamekasan Herman Hidayat. Namun, upaya konfirmasi tidak membuahkan hasil. (afg/han)
Editor : Amin Basiri