PAMEKASAN, RadarMadura.id – Harapan ribuan petani tembakau asal Pamekasan yang ingin mendapat bantuan pupuk nonsubsidi tidak sepenuhnya bisa terwujud.
Anggaran yang tersedia masih jauh dari cukup untuk menjangkau seluruh kelompok tani.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan hanya menyiapkan anggaran Rp 1 miliar untuk pengadaan pupuk nonsubsidi.
Dari anggaran itu, bantuan yang dapat disalurkan hanya 50 ton pupuk.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Almara Sugandi menyatakan, pengadaan pupuk itu hanya cukup untuk 100 kelompok tani (poktan).
Padahal, jumlah poktan di Pamekasan mencapai 1.026 kelompok.
Artinya, lebih dari 900 poktan dipastikan tidak masuk daftar penerima bantuan pupuk nonsubsidi tahun ini. Keterbatasan anggaran menjadi penyebab utama.
”Kalau bicara kecukupan, tentu masih belum maksimal. Dari sisi anggaran memang belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan poktan,” katanya.
Gandi menjelaskan, penentuan penerima bantuan dilakukan secara selektif. Pemerintah menerapkan pola pemerataan agar bantuan tidak hanya dinikmati kelompok yang sama setiap tahun.
Karena itu, poktan yang telah menerima bantuan pada tahun sebelumnya tidak lagi diprioritaskan dalam alokasi tahun ini.
Langkah tersebut diambil untuk memperluas jangkauan penerima manfaat. ”Kami menerapkan sistem pemerataan.
Poktan yang sudah menerima bantuan tahun kemarin, tahun ini tidak kami alokasikan lagi,” sambungnya.
Di lapangan, masih banyak petani yang belum pernah merasakan bantuan pupuk nonsubsidi.
Salah satunya Lasip, anggota poktan di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru.
Menurut dia, sejak bergabung dalam kelompok tani, bantuan pupuk nonsubsidi belum pernah diterima.
Kondisi serupa juga dialami sejumlah petani lain di lingkungan tempat tinggalnya.
”Saya belum pernah dapat bantuan pupuk nonsubsidi. Beberapa anggota kelompok tani di sekitar sini nampaknya juga belum pernah ada yang dapat bantuan itu,” tutur petani 63 tahun itu.
Lasip berharap distribusi bantuan ke depan lebih merata. Terlebih, kebutuhan pupuk selalu meningkat setiap memasuki musim tanam tembakau. Sehingga, bisa meringankan beban biaya produksi petani. (afg/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti