PAMEKASAN, RadarMadura.id – Perputaran ekonomi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Pamekasan meningkat. Aktivitas jual beli di sejumlah titik keramaian mencatat transaksi harian yang cukup stabil.
Kondisi itu terlihat dalam kegiatan Pamekasan Economic Fest 2026 yang berlangsung di kawasan Monumen Arek Lancor selama sembilan hari. Kegiatan itu menjadi salah satu ruang transaksi bagi pelaku UMKM lokal.
Sebanyak 70 pelaku UMKM dilibatkan dalam agenda yang dimotori Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC Hipmi) Pamekasan itu. Mereka mengisi stan dengan berbagai produk, mulai kuliner, kerajinan, hingga produk kreatif daerah.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan Hipmi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Dia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperluas ruang usaha masyarakat.
”Ini menjadi salah satu contoh kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam satu ruang ekonomi,” ujarnya mantan anggota DPR RI itu.
Selain kegiatan tersebut, Pemkab Pamekasan juga mendorong penguatan sektor ekonomi lain melalui pengembangan destinasi wisata Jumiang bagian atas di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, bersama pemerintah desa dan komunitas setempat.
Ketua BPC Hipmi Pamekasan Ach. Kusairi menyebut kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sesaat. Menurutnya, ruang promosi seperti ini penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan UMKM lokal.
”Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut agar UMKM memiliki ruang pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Panitia juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pelaku UMKM dengan capaian penjualan terbaik selama pelaksanaan event.
Data panitia mencatat jumlah pengunjung berkisar antara 750 hingga 900 orang setiap malam. Tingkat kunjungan tersebut berdampak pada aktivitas jual beli di masing-masing stan UMKM.
Omzet pelaku usaha selama kegiatan berlangsung berada pada kisaran Rp 1,5 juta hingga Rp 5 juta per stan setiap malam. Angka tersebut menjadi gambaran adanya perputaran ekonomi di lokasi kegiatan. (afg/jup)
Editor : Amin Basiri