Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bupati Pamekasan Wacanakan Pendidikan Terpadu, Integrasikan Pendidikan Umum dan Agama

Anis Billah • Selasa, 9 Juni 2026 | 10:56 WIB

 

INOVATIF: Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman saat doorstop di halaman Masjid Agung Asy-Syuhada. (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
INOVATIF: Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman saat doorstop di halaman Masjid Agung Asy-Syuhada. (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Gerbang Salam. Salah satunya melalui konsep pendidikan terpadu, yaitu integrasi antara pendidikan umum dan agama.

Menurut Bupati Kholil, pendidikan tidak boleh berjalan secara terpisah antara ilmu umum dan agama. Dia tidak menginginkan ada peserta didik yang memiliki kemampuan akademik tinggi, tetapi minim pengetahuan agama, maupun sebaliknya.

”Keduanya harus seimbang. Jangan sampai ada putra Pamekasan yang pengetahuan umumnya sangat tinggi, tetapi pengetahuan agamanya nol, atau sebaliknya, hafal Al-Qur’an tetapi pengetahuan umumnya rendah,” ucapnya.

Sebagai langkah awal, konsep tersebut telah mulai diterapkan melalui uji kompetensi baca Al-Qur’an di tingkat sekolah dasar (SD). Murid kelas VI SD diwajibkan memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik sebelum lulus.

Baca Juga: Dewan Pamekasan Minta Bupati Tindak Lanjuti Rekomendasi Paripurna LKPj 2025

Ke depan, Bupati Kholil ingin kebijakan tersebut diperluas sehingga mencakup pemahaman dasar keagamaan lainnya seperti tata cara salat, doa salat, dan wudu yang benar, termasuk hal-hal yang membatalkan salat sebagai bagian dari ilmu fardu ain yang wajib dikuasai pelajar.

”Terserah nanti, apakah dituangkan dalam regulasi berbentuk peraturan bupati (perbup) atau berbentuk peraturan daerah (perda). Nanti biar dikaji dan sudah saya sampaikan ke Pak Sekkab,” tegasnya.

Mantan anggota DPR RI itu menyampaikan, semangat pendidikan terpadu tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebagai proses belajar mengajar di sekolah. Baginya, pendidikan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kegiatan transfer ilmu di ruang kelas.

”Jadi, seluruh upaya untuk menyempurnakan kehidupan manusia itu hampir 100 persen ada dalam pendidikan, pendidikan karakter, dan lain-lain,” pungkasnya. (lil/yan)

Editor : Anis Billah
#pendidikan terpadu #Bupati Pamekasan Kholilurrahman #Al-Qur'an