PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pamekasan melanjutkan proyek pelebaran jalan Tlagah–Bulangan Barat.
Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 1,8 miliar. Namun, proyek yang bersumber dari DBHCHT itu belum dikerjakan.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Pamekasan Tri Gunawan membenarkan bahwa proyek infrastruktur jalan tersebut belum dikerjakan.
Pihaknya, sudah menyiapkan anggaran untuk melanjutkan proyek yang dimulai sejak tahun lalu tersebut.
”Iya benar, rencananya tahun ini akan dilanjutkan. Tapi, sampai saat ini masih menunggu situasi dan kondisi,” ujarnya.
Tri mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 1,8 miliar.
Dana itu diproyeksikan untuk menuntaskan sisa pekerjaan yang gagal diselesaikan pada tahun lalu. Saat ini pihaknya masih menunggu arahan pimpinan.
”Kami belum bisa menentukan jadwal pasti kapan proyek akan ditender,” ungkapnya kepada JPRM.
Tahun lalu, proyek pelebaran jalan Bulangan Barat–Tlagah dianggarkan sekitar Rp 3,6 miliar.
Dalam pelaksanaannya, proyek itu berujung pemutusan kontrak karena rekanan tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak.
Selain persoalan progres, proyek tersebut juga memicu konflik dengan sejumlah warga yang mengaku lahannya terdampak proyek.
Dua warga, Syamsuri dan Jamal, melaporkan dugaan perusakan lahan ke Polres Pamekasan. Mereka mengeklaim mengalami kerugian masing-masing sekitar Rp 270 juta dan Rp 300 juta.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan juga sedang mendalami dugaan penyimpangan anggaran dalam proyek tersebut. Saat ini, jaksa sedang melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket). (afg/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti