PAMEKASAN, RadarMadura.id - SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, dan SMAN 4 Pamekasan mendapat kuota terbesar pada pelaksanaan SPMB tahun ini.
Masing-masing sekolah memperoleh jatah 10 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas maksimal 36 siswa per kelas.
Sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 untuk jenjang SMA dan SMK negeri di Jawa Timur resmi dimulai.
Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Pamekasan memastikan pelaksanaannya berjalan transparan dan bebas praktik jual beli kursi.
Kepala Cabdindik Wilayah Pamekasan Agung Dwi Prabowo melalui Kasi SMA Khairil Hidayat menegaskan, seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif dan berbasis sistem sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, tidak ada celah untuk praktik titipan maupun transaksi di luar mekanisme resmi.
”Semua sudah melalui sistem, sehingga tidak bisa diubah. Pelaksanaan berjalan profesional sesuai kemampuan masing-masing calon murid,” ujarnya kemarin (4/6).
Khairil mengungkapkan, pengambilan personal identification number (PIN) sudah dibuka pada 28 Mei lalu.
Sekitar 1.403 calon murid telah memperoleh PIN melalui operator di masing-masing sekolah, baik SMA maupun SMK negeri.
Menurut dia, kuota penerimaan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Khusus SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, dan SMAN 4 Pamekasan masing-masing mendapat jatah 10 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas maksimal 36 siswa per rombel. ”Sekolah lainnya bervariasi, ada yang dua rombel dan ada yang tiga rombel,” terangnya.
Dia menjelaskan, SPMB 2026 dibagi menjadi empat tahap. Yakni, jalur domisili untuk SMA dan SMK, jalur afirmasi, mutasi orang tua/wali, serta prestasi hasil lomba, jalur prestasi akademik SMA, dan jalur prestasi akademik SMK.
Menurut Khairil, terdapat perubahan pada mekanisme jalur domisili. Jika sebelumnya mempertimbangkan jarak tempat tinggal, kini seleksi didasarkan pada nilai rapor tertinggi dalam rayon. Apabila nilai peserta sama, barulah jarak menjadi penentu. ”Masih tetap sesuai rayon. Bedanya, sekarang yang diutamakan nilai rapor,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Pamekasan Moh. Arifin menyampaikan, pelaksanaan SPMB di sekolahnya berjalan normal. Antusiasme calon peserta didik juga cukup tinggi dan jumlah pendaftar relatif stabil.
”Tahun ini ada 10 rombel dengan kuota sekitar 360 siswa. Jumlahnya sama seperti tahun lalu,” katanya.
Arifin juga memastikan proses penerimaan siswa baru di SMAN 2 Pamekasan bebas dari praktik jual beli kursi. Sebab, seluruh tahapan dilakukan secara daring dan terintegrasi sehingga data pendaftar langsung tercatat dalam sistem secara real time.
”Kalau ada yang mengatasnamakan sekolah atau menjanjikan bisa meloloskan siswa dengan imbalan tertentu, itu dipastikan tidak benar,” tandasnya. (lil/han)
Editor : Amin Basiri