PAMEKASAN, RadarMadura.id – Rencana pengadaan jasa event organizer (EO) untuk kegiatan Paskibraka gagal direalisasikan.
Kebijakan ini sekaligus menghapus anggaran yang sebelumnya telah disiapkan dalam APBD.
Kepala Bakesbangpol Pamekasan Cahya Wibawa menegaskan, pengadaan EO yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp 75 juta tersebut dipastikan tidak dilanjutkan.
Menurut dia, kebijakan itu diambil seiring langkah efisiensi anggaran daerah.
”Anggaran untuk EO sudah tidak ada karena efisiensi,” kata Cahya. Meski anggaran EO dihapus, pelaksanaan kegiatan tahunan tersebut dipastikan tetap berjalan dan tidak mengalami gangguan berarti.
Dalam perencanaan awal, anggaran tersebut dialokasikan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Paskibraka.
Mulai dari penyediaan tenda, booth, panggung, kursi, hingga perlengkapan acara seperti sound system dan perangkat multimedia.
Selain itu, anggaran juga mencakup kebutuhan dokumentasi foto dan video, tenaga teknis dan kru, serta biaya operasional dan koordinasi kegiatan. Namun, seluruh pos belanja tersebut akhirnya tidak direalisasikan.
Mantan kepala dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) itu mengakui, tidak ada skema pengganti khusus setelah penghapusan anggaran EO tersebut.
Artinya, kegiatan akan menyesuaikan mekanisme yang sudah ada di lingkungan pemerintah daerah.
Sementara itu, aktivis Pamekasan Abd. Rohim menilai langkah tersebut justru tepat dan perlu diapresiasi.
Dia menilai, penghapusan anggaran pengadaan EO Paskibraka bisa mencegah potensi pemborosan anggaran.
”Anggaran EO itu tidak terlalu diperlukan karena sebagian besar kebutuhan kegiatan sudah ada. Pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan selama ini sudah terpusat di Lapangan Nagara Bhakti dengan sistem yang tertata,” ucapnya.
Rohim melanjutkan, Bagian Umum Setkab Pamekasan memiliki beberapa item yang bisa dipakai instansi pemerintah.
Misalnya, kursi, tenda, hingga sound system. Dokumentasi kegiatan pun ditangani tim prokopim melalui fotografer dan videografer internal.
”Semua sudah ada sistemnya. Apalagi ada tim protokoler yang mengatur jalannya upacara kemerdekaan tersebut. Jadi tidak perlu lagi menghamburkan anggaran untuk kebutuhan EO Paskibraka,” tandasnya. (afg/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti