PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kabupaten Pamekasan menjadi salah satu daerah yang ditunjuk untuk merealisasikan program nasional sekolah model. Dalam program tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjuk dua lembaga pendidikan sebagai sekolah model, yakni SDN Barurambat Kota 1 dan SMPN 1 Pamekasan.
Merespons hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Pamekasan membentuk puluhan rintisan sekolah model di berbagai jenjang pendidikan. Langkah tersebut dilakukan agar pengembangan mutu pendidikan tidak hanya terpusat pada dua sekolah percontohan yang ditunjuk pemerintah pusat.
”Kami sudah melakukan kick off program tersebut. Ada 50 rintisan sekolah yang nantinya akan meneruskan pengembangan sekolah model ini,” ucap Kepala Dispendikbud Pamekasan Akhmad Basri Yulianto.
Menurutnya, program sekolah model diharapkan menjadi pemicu peningkatan kualitas pendidikan secara merata di seluruh wilayah Pamekasan. Karena itu, institusinya mulai menyiapkan sekolah-sekolah rintisan yang nantinya dapat mengadopsi sistem dan pola pembelajaran dari sekolah model nasional.
”Penentuannya disesuaikan dengan radius sekolah di satu kecamatan. Ini sebagai ikhtiar kami untuk meningkatkan mutu dan menjadikan pendidikan di Pamekasan unggul dan berdaya saing,” tegasnya.
Basri juga menegaskan, sekolah rintisan tersebut akan mendapatkan pendampingan secara bertahap, mulai dari peningkatan kapasitas guru, penguatan manajemen sekolah, hingga pengembangan budaya belajar yang adaptif terhadap perkembangan pendidikan di era saat ini.
”Monitoring dan evaluasi kami lakukan secara berkala sehingga pelaksanaan dan perluasan program ini berjalan sesuai target,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri