PAMEKASAN, RadarMadura.id – Suara sapi saling bersahutan dari balik kandang Katandur Farm di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Rabu (20/5).
Sejumlah pekerja tampak hilir mudik membersihkan kandang sambil menyiapkan pakan ternak.
Di sudut lain, rumput segar ditumpuk untuk diberikan kepada sapi-sapi yang mulai bergerak mendekati tempat pakan.
Ada lebih dari 100 ekor sapi di peternakan milik Abdul Aziz Muhammad Rofi’i alias Lora Izzu itu.
Baca Juga: Katandur Farm Kebanjiran Pesanan Sapi Kurban, Permintaan Kian Meningkat Jelang Idul Adha
Di tengah aktivitas kandang itu, ada satu sapi yang paling mencuri perhatian. Tubuhnya lebih besar dibanding sapi lain di kandang itu. Sapi yang badannya kekar itu bernama Ronggo.
Ronggo bukan sapi biasa. Sapi jenis simmental tersebut menjadi hewan kurban pilihan Presiden Prabowo Subianto pada Hari Raya Idul Adha tahun ini.
Kabar itu membuat pengelola Katandur Farm semringah sekaligus tidak menyangka.
Ketua Pengelola Ternak Katandur Farm Hakim mengatakan, awalnya pihak pengelola hanya dihubungi panitia kurban presiden terkait kriteria sapi yang dibutuhkan.
Setelah melalui proses seleksi, Ronggo akhirnya terpilih menjadi sapi kurban presiden.
Menurut dia, penilaian sapi kurban presiden tidak hanya melihat bobot tubuh yang besar.
Kondisi kesehatan, kualitas daging, postur tubuh, usia, hingga karakter sapi juga menjadi perhatian dalam proses seleksi yang dilakukan tim terkait.
”Kami tidak pernah menyangka sapi di sini bisa dipilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo Subianto. Memang ada panitia yang menghubungi dengan kriteria yang diminta,” katanya.
Hakim menjelaskan, nama Ronggo disematkan bukan tanpa alasan. Di antara sapi lain di kandang Katandur Farm, ukurannya paling besar.
Tubuhnya didominasi warna cokelat dengan kombinasi putih di beberapa bagian tubuh.
Meski tampak tegap, tingkah Ronggo justru sering membuat para pengelola kandang gemas.
”Kalau dilihat itu memang gagah, tetapi juga ada imut-imutnya,” ujar Hakim sambil tersenyum.
Ronggo berasal dari Bondowoso dan sudah lebih dari setahun dirawat di Katandur Farm. Kini bobotnya mencapai lebih dari 1,1 ton dengan tinggi sekitar 165 sentimeter. Usianya juga melewati empat tahun.
Dengan badan jumbo itu, Ronggo kerap membuat pekerja kandang kelimpungan. Terutama saat dimandikan atau dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain.
Beberapa pekerja bahkan harus turun bersama-sama untuk mengendalikan sapi tersebut.
Meski tubuhnya besar, Ronggo disebut tidak rewel. Sapi itu justru cukup manja terhadap para pekerja kandang yang sehari-hari merawatnya.
Baca Juga: Resep Sate Kambing Bumbu Kecap dan Bumbu Kacang Khas Madura untuk Idul Adha
Karena sudah lama berada di kandang, Ronggo terlihat cukup akrab dengan suasana di sekitarnya.
Di Katandur Farm, perawatan sapi dilakukan secara khusus. Tidak hanya memperhatikan kualitas rumput dan pakan ternak, pengelola juga mengatur pola istirahat sapi agar tidak mudah stres menjelang Idul Adha.
”Kami sudah terbiasa merawat sapi-sapi seperti Ronggo. Tentunya, kualitas pakan seperti rumput tidak luput dari perhatian kami. Lalu, jam istirahat juga ditentukan dan harus tidur kalau sudah malam,” terang Hakim.
Selain itu, suasana kandang juga dibuat senyaman mungkin. Audio yang melantunkan ayat suci Al-Qur’an dan salawat diputar hampir tanpa henti di sekitar kandang.
Lantunan itu terdengar bersamaan dengan suara sapi yang sesekali saling bersahutan dari dalam kandang.
Cara ini diyakini bisa menjadi salah satu upaya agar sapi tetap tenang selama masa perawatan berlangsung.
”Kondisi hewan ternak yang tidak mudah stres juga memengaruhi kualitas sapi,” pungkasnya. (afg/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti