PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan kembali mengalokasikan bantuan pupuk nonsubsidi bagi petani tembakau di Kabupaten Pamekasan.
Tahun ini, anggaran yang disiapkan sekitar Rp 1,97 miliar.
Namun, hingga sekarang, bantuan pupuk sebanyak 50 ton itu belum disalurkan kepada para petani.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari DPRD Pamekasan. Legislatif meminta dinas terkait untuk segera menyalurkan bantuan tersebut.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Siran Wahyudi meminta pemerintah daerah segera merealisasikan bantuan tersebut.
Sebab, pupuk sangat dibutuhkan petani tembakau untuk menunjang produktivitas dan kualitas tanaman.
”Kami mendorong proses belanja bantuan pupuk untuk petani tembakau dipercepat serapannya,” pintanya.
Menurutnya, jika penyaluran molor, bantuan dikhawatirkan tidak tepat waktu dan manfaatnya bagi petani tidak maksimal.
Mengingat saat ini para petani tembakau di Kota Gerbang Salam sudah mulai melakukan penanaman.
”Jika memang tidak memungkinkan untuk diserap sebelum masa tanam berakhir, lebih baik dikembalikan ke kasda,” tuturnya.
Plt Kepala DKPP Pamekasan Alamara Sugandi mengatakan, program bantuan yang bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) sedang tahap verifikasi calon penerima bantuan.
Proses verifikasi dilakukan dengan melibatkan kelompok tani.
Dia menjelaskan, proses verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan pupuk nonsubsidi tepat sasaran dan sesuai dengan data calon penerima yang masuk.
”Kami melakukan secara selektif. Sebab ini terbatas, poktan yang menerima tahun sebelumnya dipastikan tidak masuk daftar penerima tahun ini,” pungkasnya. (lil/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti