PAMEKASAN, RadarMadura.id – Proyek lanjutan pembangunan Puskesmas Bulangan Haji, Kabupaten Pamekasan, belum bisa dikerjakan.
Pasalnya, hingga sekarang paket kegiatan yang dianggarkan Rp 5 miliar itu belum ditender.
Dinkes Pamekasan menyebut jika ada temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pembangunan tahap pertama.
Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin mengatakan, anggaran pembangunan tahap dua sudah disiapkan dalam APBD 2026.
Namun, Pembangunan belum bisa dilanjutkan karena menunggu hasil review ulang terkait perencanaan proyek tersebut.
Sebab, ada temuan dari BPK pasca pekerjaan tahap satu selesai.
”Mudah-mudahan satu dua minggu ke depan, kalau reviewnya selesai, langsung masuk tender dan bisa diikuti semua kontraktor,” ungkap Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin.
Menurutnya, proses review perencanaan dilakukan untuk menentukan titik nol pekerjaan pada pembangunan tahap kedua.
Langkah tersebut dinilai penting agar pelaksanaan proyek lanjutan tidak menimbulkan persoalan administrasi maupun teknis di kemudian hari.
”Temuan BPK, termasuk kerusakan itu, nanti masuk item yang dianggarkan kembali tahap dua,” sebutnya.
Saifudin menjelaskan, total alokasi anggaran yang disiapkan untuk pembangunan gedung baru Puskesmas Bulangan Haji mencapai Rp 11 miliar.
Anggaran tersebut dibagi dalam dua tahap kegiatan, Rp 6,7 miliar tahap satu dan Rp 5 miliar untuk tahap dua.
”Sumbernya DAU earmark. Mungkin belum bisa selesai semua, masih ada tahap berikutnya,” terangnya.
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Hasyim Ashari menekankan agar proyek lanjutan pembangunan Puskesmas Bulangan Haji menjadi prioritas dan tidak berlarut-larut.
Sebab, kegiatan ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat agar pelayanan lebih optimal.
”Pastikan kontraktornya benar-benar profesional, pengawasan selama pelaksanaan juga harus diperketat supaya tidak lagi muncul temuan BPK yang berulang,” pesannya. (lil/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti