PAMEKASAN, RadarMadura.id– Ratusan penerang jalan umum (PJU) di Kabupaten Pamekasan mengalami kerusakan selama triwulan pertama 2026.
Titik kerusakan tersebar di 13 kecamatan yang ada di Kota Gerbang Salam.
Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana, Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan Indah Eka Surgawati menyatakan, kerusakan PJU secara umum dipengaruhi gangguan teknis dan cuaca.
Misalnya kabel power lost contact, kabel putus, hujan disertai angin kencang, hingga tersambar petir.
”Sepanjang 2026, dari Januari hingga Maret PJU yang diperbaiki sekitar 270 titik,” ungkap Indah.
Menurutnya, kerusakan PJU menjadi perhatian pemerintah daerah karena berkaitan dengan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.
Pihaknya tidak hanya menunggu laporan masyarakat dalam melakukan perbaikan.
Monitoring lapangan dan pemetaan titik rawan kerusakan juga dilakukan secara berkala agar penanganan lebih cepat dan tepat sasaran.
Tahun ini dishub menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp 56 juta untuk pemeliharaan dan perbaikan PJU. Belanja kegiatan ini disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
”Kami lebih mengedepankan pada proses pemeliharaan. Jika terjadi kerusakan tidak terlalu mahal biayanya,” terangnya.
Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Lutfi menekankan agar dinas terkait melakukan evaluasi rutin terhadap kondisi PJU di seluruh wilayah Pamekasan.
Langkah tersebut penting agar setiap kerusakan terdeteksi lebih cepat sehingga bisa segera diperbaiki.
”Jangan sampai ada lampu jalan yang dibiarkan mati berhari-hari. PJU ini bukan sekadar fasilitas tambahan, tetapi bagian dari pelayanan dasar kepada masyarakat,” tukasnya. (lil/bil)
Editor : Amin Basiri