Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Biaya Produksi Tembakau Bikin Petani Gundah, Khawatir Harga Jual Tak Bersahabat

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 21 Mei 2026 | 05:49 WIB
PENUH HARAP: Petani menyiram tembakau di Dusun Tlangi I, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan, Rabu (20/5). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
PENUH HARAP: Petani menyiram tembakau di Dusun Tlangi I, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan, Rabu (20/5). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Petani mulai menanam tembakau di sejumlah wilayah di Kabupaten Pamekasan.

Namun, biaya produksi yang terus naik membuat petani waswas lantaran khawatir biaya produksi yang dikeluarkan tak sesuai dengan pendapatan.

Kebutuhan pembelian pupuk, ongkos garap lahan, hingga biaya tenaga kerja diprediksi terus membengkak.

Kondisi itu membuat petani berharap harga jual daun emas musim ini tetap stabil seperti tahun lalu.

Baca Juga: Dianiaya, Petugas Loket Terminal Bangkalan Polisikan Preman

Lasip, petani tembakau di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, mengaku mulai menanam tembakau sejak Minggu (17/5).

Ayah dua anak itu memilih memulai musim tanam lebih awal karena cuaca dinilai mendukung.

Kendati demikian, dia mengaku, tahun ini biaya tanam yang harus dikeluarkan lebih besar dibandingkan tahun lalu.

Utamanya ongkos tenaga garap lahan dan pengadaan pupuk selama musim tanam.

”Kalau biaya garap sekarang mahal. Cari orang untuk kerja di lahan juga susah,” katanya.

Lasip mengaku tetap menanam tembakau karena menjadi sumber penghasilan utama keluarganya.

Baca Juga: Belasan Pelaku Curanmor Diringkus dalam Lima Bulan,  Polres Sampang Beberakan Lokasi Yang Diincar Para Tersangka

Karena itu, dia berharap harga tembakau tahun ini tetap stabil agar modal tanam yang dikeluarkan bisa kembali.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Pamekasan Samukrah mengatakan, antusiasme masyarakat untuk menanam tembakau masih cukup tinggi.

Dalam dua tahun terakhir, luas tanam tembakau di Pamekasan berada di angka sekitar 31 ribu hektare.

Pihaknya memperkirakan tahun ini luas tanam tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

Sebab, petani di sejumlah wilayah mulai banyak yang turun ke lahan. Mereka bersiap untuk musim tanam tembakau.

”Kalau kami turun ke bawah, khususnya daerah pantura, sudah banyak yang menyiapkan lahan untuk tanam tembakau,” ujarnya. Petani sudah banyak yang memulai tanam pada Mei 2026.

Samukrah memastikan stok pupuk subsidi di tingkat kios sejauh ini masih aman. Meski demikian, dia berharap ada perhatian lebih terhadap petani tembakau.

Baca Juga: Penyegelan SMK Kesehatan Nusantara Jadi Atensi Pemkab Pamekasan

Sebab, komoditas tersebut selama ini ikut memberi kontribusi terhadap pendapatan negara.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Alamara Sugandi menyatakan, pemerintah telah menyiapkan bantuan pupuk nonsubsidi bagi petani tembakau untuk menekan biaya produksi yang harus dikeluarkan.

Langkah tersebut juga menjadi upaya menjaga stabilitas harga tembakau saat musim panen nanti. Bantuan itu berasal dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

”Harapannya biaya produksi bisa ditekan, sehingga harga tembakau tetap stabil,” ujarnya. (afg/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Luas Tanam #Tanam Tembakau #biaya produksi #Harga Tembakau #APTI Pamekasan