PAMEKASAN, RadarMadura.id – Empat kawasan pedagang kaki lima (PKL) di Pamekasan bakal direvitalisasi tahun ini.
Pemerintah daerah menyiapkan anggaran miliaran rupiah untuk mempercantik dan menghidupkan kembali kawasan tersebut.
Program revitalisasi itu melekat di Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan.
Total anggaran yang disiapkan mencapai lebih dari Rp 4 miliar.
Baca Juga: Anggaran Revitalisasi Sae Rassa Hampir Setengah Miliar
Empat kawasan yang masuk program revitalisasi yakni kawasan eks PJKA di Jalan Trunojoyo dengan anggaran Rp 332.630.000.
Kemudian, kawasan Sae Rassah di Jalan Dirgahayu sebesar Rp 441.093.000.
Sementara itu, revitalisasi kawasan Sae Salera di Jalan Niaga dan Food Colony di Jalan Kesehatan masing-masing dianggarkan Rp 1.613.900.000.
Seluruh anggaran tersebut sudah termasuk jasa konsultasi perencanaan dan pengawasan.
Beberapa kawasan yang akan direvitalisasi sebelumnya juga telah dibangun menggunakan anggaran besar.
Kawasan Food Colony diketahui dibangun pada 2022 dengan anggaran Rp 3.503.791.545.
Sedangkan kawasan Sae Rassah dibangun dengan anggaran Rp 1.482.613.803.
Namun, seiring berjalannya waktu, dua kawasan tersebut justru mulai kehilangan daya tarik dan kian sepi peminat akibat berbagai faktor.
Ketua Dewan Penasihat DPD Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Pamekasan Noer Faisal meminta pemkab tidak mengabaikan aspirasi para pedagang, terutama dalam proses revitalisasi kawasan.
Menurut Faisal, pelibatan PKL dalam proses perencanaan harus benar-benar diwujudkan secara konkret.
Sebab, para pedagang merupakan pihak yang nantinya menjalankan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
”Pelibatan PKL dalam proses perencanaan jangan hanya sebatas wacana. Para PKL di empat sentra itu harus benar-benar dilibatkan supaya aspirasi, keinginan, dan kebutuhannya bisa terakomodasi dengan baik,” ujarnya.
Dia menilai, keberadaan sentra PKL semestinya tidak hanya dipandang sebagai upaya penataan kawasan semata.
Pemkab juga perlu memikirkan keberlangsungan usaha para pedagang setelah revitalisasi dilakukan.
”Keberadaan sentra PKL juga harus disertai pembinaan berkelanjutan,” pesannya.
Kepala Diskop UKM dan Naker Pamekasan Achmad Sjaifudin menyampaikan, revitalisasi dilakukan untuk memperbaiki tampilan kawasan agar lebih diminati masyarakat.
Pemkab juga ingin menghadirkan kawasan UMKM yang lebih representatif dan ikonik.
”Kalau bahasa sekarang lebih instagramable dan bisa menjadi jujukan warga. Semua tetap melewati kajian mendalam, termasuk memperhatikan aspirasi PKL yang nanti dikonsultasikan dengan konsultan pelaksana,” tandasnya. (afg/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti