Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Akui Belasan Persen Bansos Tidak Tepat Sasaran, Persoalan Akurasi Data Masih Jadi Masalah

Amin Basiri • Jumat, 15 Mei 2026 | 12:21 WIB
PENERIMA BANSOS: Warga Kelurahan Kolpajung, Pamekasan, menerima bantuan pangan dari pemerintah pusat, Selasa (7/4).
PENERIMA BANSOS: Warga Kelurahan Kolpajung, Pamekasan, menerima bantuan pangan dari pemerintah pusat, Selasa (7/4).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Penyaluran bantuan sosial (bansos) masih menyisakan persoalan klasik. Akurasi data penerima bantuan dinilai belum sepenuhnya valid. Bahkan, belasan persen bantuan diakui masih tidak tepat sasaran. 

Ketua Tim Kabupaten (Katimkab) Program Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan Lukman Hakim menyebut, ada sekitar 10–15 persen penerima bansos di Kota Gerbang Salam masih tidak sesuai kriteria. Itu dipicu inclusion error dan exclusion error dalam pendataan penerima bantuan.

”Kami akui masih di kisaran 10 sampai 15 persen tidak tepat sasaran,” ungkap Lukman kemarin (14/5).

Oleh sebab itu, pemerintah pusat tengah berupaya memperbaiki sistem pendataan melalui pemutakhiran data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN).

Itu dilakukan melalui penginputan data oleh operator desa menggunakan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial–Next Generation (SIKS-NG).

Juga melibatkan partisipasi masyarakat melalui aplikasi Cek Bansos.

”Kami (petugas PKH, Red) nantinya hanya memutakhirkan data dari pemerintah pusat melalui verifikasi lapangan, sedangkan penetapan desil menjadi kewenangan BPS,” ujarnya.

Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf secara terbuka sempat mengakui penyaluran bansos selama ini ditengarai tidak tepat sasaran.

Ketidakakuratan data membuat warga yang tidak layak tetap menerima bantuan, sementara yang berhak justru terlewatkan.

Mantan wakil gubernur Jawa Timur itu menengarai 45 persen realisasi bansos PKH dan sembako tidak tepat sasaran.

Kemudian, program Indonesia pintar (PIP) 43 persen, subsidi LPG 3 kilogram 60,6 persen, BBM 82 persen, listrik 58 persen, bansos dan lainnya 40 persen.

”Itu data akhir 2024 dan awal 2025. Data ini kami jadikan pedoman untuk melakukan perbaikan,” ungkapnya saat kunjungan kerja ke Pamekasan, Minggu (10/5).

Menteri yang akrab disapa Gus Ipul juga mengungkapkan, pemerintah pusat telah membentuk tim percepatan digitalisasi bansos.

Hasil uji coba di Banyuwangi bahkan menemukan tingkat ketidaktepatan sasaran mencapai 77 persen, jauh di atas perkiraan awal sebesar 40 persen.

”Makanya perlu nanti di Pamekasan kita lakukan uji coba atau pelaksanaan digitalisasi bansos, biar penerima bansos lebih tepat sasaran,” pungkasnya. (lil/jup) 

Editor : Amin Basiri
#akurasi data #bansos #pamekasan