Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Terdeteksi Idap Penyakit, Dua Jemaah Haji Asal Pamekasan Gagal Berangkat

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 12 Mei 2026 | 08:09 WIB
TAMU ALLAH: Jemaah haji Pamekasan sedang berada dalam bus saat pemberangkatan menuju Embarkasi Surabaya, Minggu (10/5). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
TAMU ALLAH: Jemaah haji Pamekasan sedang berada dalam bus saat pemberangkatan menuju Embarkasi Surabaya, Minggu (10/5). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Pamekasan tahun ini tidak sesuai target.

Dari total 1.384 jemaah yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci, dua orang dipastikan gagal karena mengalami gangguan kesehatan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Pamekasan Abd. Halim mengatakan, kedua CJH mendadak tidak terdaftar pada kloter 73 yang dilepas pertama di Monumen Arek Lancor pada Minggu (10/5) pukul 03.00.

Dua CJH yang gagal berangkat adalah Suha dan Mini, keduanya berusia 75 tahun.

”Laporan masuk dari pihak keluarga dua hari sebelum jadwal pemberangkatan,” ucap Halim.

Menurutnya, pemerintah telah memberikan kebijakan khusus bagi jemaah yang tertunda karena alasan kesehatan.

Sehingga, hak keberangkatan mereka tetap terjamin dan otomatis masuk dalam daftar CJH tahun berikutnya setelah kondisi kesehatannya dinyatakan membaik.

”Terpaksa ditunda, tahun depan langsung berangkat,” ucapnya.

Meski terdapat dua jemaah yang batal berangkat, proses pemberangkatan jemaah haji asal Pamekasan secara umum tetap berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Ribuan jemaah lainnya telah diberangkatkan menuju embarkasi untuk selanjutnya bertolak ke Tanah Suci.

Halim menyampaikan, ada 782 jemaah haji Pamekasan yang dinyatakan masuk kategori berisiko tinggi dan memerlukan pendampingan khusus.

Status tersebut berdasar laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, sesuai hasil pemeriksaan di berbagai puskesmas sebelumnya.

”Untuk memberikan pelayanan terbaik, tiap kloter didampingi ketua kloter, pembimbing kloter, satu dokter, dan satu perawat,” pungkasnya. (lil/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#gagal berangkat #Dua CJH #Jemaah haji #gangguan kesehatan #cjh