Revitalisasi Sentra PKL Belum Digelar, Pemkab Pamekasan Siapkan Anggaran Rp 4 Miliar Lebih

Amin Basiri • Dipublikasikan Minggu, 10 Mei 2026 | 16:58 WIB
SEPI: Sejumlah pedagang di sentra PKL Sae Rassa yang berlokasi di Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Pamekasan, mulai membuka lapak untuk jualan, Sabtu (9/5).
SEPI: Sejumlah pedagang di sentra PKL Sae Rassa yang berlokasi di Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Pamekasan, mulai membuka lapak untuk jualan, Sabtu (9/5).

 

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan tahun ini berencana akan melakukan revitalisasi dan reaktualisasi empat sentra pedagang kaki lima (PKL).

Empat sentra PKL yang masuk rencana penyegaran tersebut meliputi Sentra PKL Sae Salera di Jalan Niaga, Sae Rassah di Jalan Dirgahayu, Food Colony di Jalan Kesehatan, serta kawasan eks PJKA di Jalan Trunojoyo Pamekasan.

Adapun aloaksi anggaran yang disiapkan untuk kegiatan tersebut cukup fantastis, yaitu Rp 4.001.523.000. Namun hingga memasuki triwulan kedua, realisasi peningkatan sarana dan prasarana di sentra PKL tersebut belum ada tanda-tanda dimulai.

Kepala Diskop UKM dan Naker Pamekasan Ahmad Sjaifudin mengeklaim saat ini pihaknya sedang melakukan review kembali kondisi di keempat sentra ini. Termasuk menampung semua masukan dari para PKL sehingga konstruksi dan desain yang dibangun nantinya sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

”Jadi yang dianggarkan itu sifatnya masih dinamis, tidak an sich seperti itu. Kebutuhan pastinya seperti apa, nanti menyesuaikan hasil review. Karena setiap titik pasti berbeda-beda kebutuhannya,” ungkap Sjaifudin.

Baca Juga: Luas RTH di Kota Gerbang Salam Tidak Ideal

Mantan kepala dinas perpustakaan dan kearsipan (dispusip) itu belum dapat memastikan kapan pekerjaan konstruksi akan dimulai. Karena, selain menunggu hasil review, pelaksanaannya akan digelar setelah ada kepastian ketersediaan anggaran dari bagian keuangan.

”Tunggu saja, semuanya masih berproses. Mudah-mudahan tidak terdampak penyesuaian anggaran,” tegasnya.

Ketua Dewan Penasihat DPD Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Pamekasan Nur Faisal menekankan, pelibatan PKL dalam proses perencanaan tidak hanya sebatas wacana. Para PKL di empat sentra tersebut harus benar-benar diwujudkan secara konkret, sehingga aspirasi, keinginan, dan kebutuhannya dapa terakomodasi dengan baik.

”Keberadaan sentra PKL semestinya tidak hanya dipandang sebagai upaya penataan kawasan, tapi juga harus disertai pembinaan berkelanjutan,” pesannya. (lil/han)

 

Editor : Amin Basiri
Sae Rassah pamekasan sentra pkl