Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bantuan Bibit Tembakau Nihil, Pemkab Pamekasan Andalkan Demplot dari Pemprov

Amin Basiri • Sabtu, 9 Mei 2026 | 15:18 WIB
MUSIM TANAM: Petani di Kelurahan Bugih, Pamekasan, mulai menanam tembakau, Senin (4/5).
MUSIM TANAM: Petani di Kelurahan Bugih, Pamekasan, mulai menanam tembakau, Senin (4/5).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemkab Pamekasan memastikan tidak mengalokasikan bantuan benih maupun bibit tembakau pada tahun anggaran 2026.

Program tersebut dihentikan sementara akibat keterbatasan anggaran daerah.

Meski demikian, petani tembakau tetap mendapat dukungan melalui program lahan percontohan (demplot) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Bantuan bibit dari pemprov itu akan disalurkan di lima kecamatan.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Almarah Sugandi mengatakan, pemkab memang tidak menyediakan bantuan bibit pada musim tanam tahun ini.

Namun, kebutuhan petani tetap ditopang melalui program dari pemprov.

"Bantuan bibit kami memang tidak menyediakan, tetapi pemprov memberikan support. Ada lima lokasi yang dijadikan demplot," ujarnya.

Lima lokasi demplot tersebut berada di Poktan Subur Daleman, Desa Kadur, Kecamatan Kadur; Poktan Maju, Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan; Poktan Subur Makmur, Desa Seddur, Kecamatan Pakong; Poktan Ju’ajih Maju, Desa Mapper, Kecamatan Proppo; serta Poktan Tunas Harapan Jarin, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu.

Total bantuan yang akan disalurkan mencapai sekitar 110 ribu batang bibit tembakau.

Saat ini, proses distribusi masih dalam tahap peninjauan calon petani calon lokasi (CPCL).

"Semua ada sekitar 110 ribu batang. Proses pendistribusian masih tahap peninjauan CPCL," tegasnya.

Sugandi menjelaskan, bantuan bibit tembakau sebelumnya rutin dianggarkan oleh Pemkab Pamekasan.

Namun, pada musim tanam tahun ini program itu tidak dapat dilanjutkan karena keterbatasan fiskal daerah.

"Kedepan kami akan mengupayakan kembali agar jangkauan bantuan bibit bisa lebih luas. Mudah-mudahan nanti ada support dari sisi anggaran," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan Moh. Faridi mengakui kondisi fiskal daerah saat ini cukup berat untuk mengakomodasi seluruh agenda pengembangan sektor pertanian, termasuk tembakau.

Selain keterbatasan anggaran, penguatan sektor tembakau juga terbentur regulasi dalam Undang-Undang Kesehatan.

Menurut dia, legislatif terus berkoordinasi dengan DKPP untuk mendorong dukungan bagi petani tembakau.

Tidak hanya bibit, tetapi juga bantuan sarana penunjang lain seperti kolam, traktor, hingga drum penyimpanan solar.

"Ketika anggaran terbatas, mimpi-mimpi pertanian bisa menjadi tidak maksimal. Karena itu kami terus mendorong dukungan anggaran untuk 2025, 2026, dan 2027,” pungkasnya. (lil/han)

Editor : Amin Basiri
#pemkab pamekasan #bantuan bibit #dkpp pamekasan