PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Pamekasan tergolong tinggi.
Berdasarkan data terbaru, pada triwulan pertama 2026 tercatat 25 kasus dengan total 36 tersangka. Mirisnya, satu di antaranya masih berstatus pelajar.
Fakta tersebut dinilai menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Sekretaris Dewan Pendidikan Pamekasan Mohammad Subhan menilai, penanganan kasus narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan aparat penegak hukum. Diperlukan langkah preventif yang sistematis, terukur, dan berkelanjutan.
"Usia pelajar sangat rentan. Mereka berada pada fase pencarian jati diri sehingga mudah terpengaruh lingkungan maupun pergaulan yang salah. Karena itu, perlu upaya preventif agar pelajar atau anak di bawah umur tidak menjadi target empuk peredaran narkoba," ujarnya.
Menurut dia, pemerintah melalui dinas terkait perlu menginisiasi program khusus di lingkungan sekolah.
Misalnya, program Sekolah Bersih dari Narkoba (Bersinar) atau program sejenis yang berfokus pada pencegahan sejak dini.
Selain itu, penguatan peran sosial masyarakat juga diperlukan dalam upaya memerangi peredaran barang haram tersebut. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan aparat penegak hukum (APH) menjadi kunci utama menekan peredaran narkoba di kalangan generasi muda.
Subhan juga mengusulkan agar materi tentang bahaya narkoba diintegrasikan dalam proses pembelajaran di sekolah.
Dengan demikian, edukasi pencegahan dapat disampaikan guru secara berkelanjutan melalui berbagai mata pelajaran.
"Pendekatan edukatif juga tidak kalah penting. Sebab, terkadang mereka (pelajar, Red) merupakan korban jaringan peredaran narkoba. Jadi, edukasi dan sosialisasi harus terus dilakukan," tegasnya.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Pamekasan Ridwan mengklaim program pencegahan penyalahgunaan narkoba telah berjalan di setiap sekolah.
Di antaranya melalui edukasi oleh guru bimbingan konseling (BK) serta kegiatan sosialisasi yang menghadirkan aparat penegak hukum.
"Selain itu, kami juga memperkuat program parenting melalui kerja sama dengan orang tua guna menyamakan persepsi terkait bahaya narkoba," pungkasnya. (lil/han)
Editor : Amin Basiri