PAMEKASAN, RadarMadura.id – Skema pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) tahun ini dipastikan tidak berubah.
Pemerintah tetap menggunakan pola seperti musim haji tahun lalu, termasuk rute penerbangan menuju Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Pamekasan Abdul Halim mengatakan, sempat muncul opsi pengalihan rute penerbangan agar tidak melintasi wilayah konflik di Timur Tengah.
Namun, skenario tersebut tidak jadi diterapkan.
”Skemanya tetap seperti tahun lalu, termasuk penerbangan. Tidak ada perubahan. Dari Surabaya langsung ke Jeddah, tidak ada perubahan, meski sempat muncul upaya mitigasi,” ujarnya.
Menurut dia, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan perkembangan situasi terbaru.
Halim mengeklaim kondisi konflik yang sebelumnya memanas kini telah mereda.
”Konflik sudah berakhir. Sudah kami sampaikan kepada mereka. Jadi CJH diharapkan tidak perlu khawatir lagi mengenai konflik yang terjadi di Timur Tengah,” tegasnya.
Halim memastikan pemerintah tetap memantau situasi global.
Namun, hingga saat ini pelaksanaan haji dinilai aman dan tidak memerlukan perubahan skema pemberangkatan.
Meski demikian, rasa khawatir masih dirasakan sebagian jemaah. Salah satunya Ahmad Faizi.
Pria yang juga ketua rombongan itu mengaku sempat memikirkan situasi konflik yang terjadi di Timur Tengah.
”Kalau khawatir pasti ada, tidak mungkin tidak ada rasa takut. Tetapi, saya tetap meluruskan niat dan terus meyakinkan keluarga agar tidak ikut khawatir juga,” sambungnya
Meski begitu, Faizi memilih pasrah dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah.
Baginya, perjalanan haji adalah panggilan ibadah yang harus dijalani dengan ikhlas. (afg/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti