PAMEKASAN, RadarMadura.id – Proses rekrutmen siswa baru Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan dipastikan tidak melalui sistem seleksi terbuka.
Perekrutan dilakukan melalui penjangkauan langsung terhadap calon murid dari keluarga kurang mampu.
Namun, hingga kini proses penjaringan atau asesmen calon siswa SRMP tersebut masih belum dilakukan.
Ketua Tim Kabupaten (Katimkab) Program Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan Lukman Hakim mengeklaim, pihaknya belum menerima data calon siswa yang menjadi sasaran penjaringan dari pemerintah pusat.
”Kalau mengacu pada tahun kemarin, datanya dari pemerintah pusat. Petugas hanya memastikan sasaran tersebut berkenan masuk ke Sekolah Rakyat,” ujar Lukman.
Dia menjelaskan, calon murid Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk kategori desil satu dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Artinya, program tersebut diperuntukkan bagi keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Menurut dia, untuk sementara di Pamekasan baru tersedia satu jenjang pendidikan, yakni tingkat menengah pertama.
Penambahan jenjang belum dapat dilakukan karena keterbatasan kapasitas gedung sementara yang digunakan saat ini.
”Di gedung sementara di eks Akper itu hanya mampu mengakomodasi dua rombongan belajar,” tegasnya.
Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur menekankan agar proses penjaringan murid untuk masuk Sekolah Rakyat dilakukan secara maksimal dan merata.
Dengan demikian, program nasional tersebut benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan, khususnya keluarga kurang mampu yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan layak.
”Keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi untuk menekan angka putus sekolah di kalangan masyarakat prasejahtera. Angka kemiskinan di Pamekasan juga masih cukup tinggi, di atas sepuluh persen,” tandasnya. (lil/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti