PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tahun ini terdapat 152.923 warga Kabupaten Pamekasan yang tercatat sebagai penerima manfaat bantuan pangan (banpang) dari pemerintah.
Jumlah tersebut bertambah puluhan ribu bila dibandingkan dengan penerima tahun sebelumnya.
”Lebih banyak dibandingkan 2025, tahun lalu menyasar 105.109 keluarga penerima manfaat (KPM). Jadi, ada tambahan 47.814 penerima di 2026,” ucap Pemimpin Perum Bulog Cabang Madura Ahmad Rofi’i.
Menurut dia, kenaikan jumlah KPM tersebut berdasarkan data common source Badan Pusat Statistik (BPS) yang disalurkan melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Penambahan KPM mengacu pada data common source BPS yang ditetapkan Bapanas sebagai dasar penentuan penerima bantuan pangan.
”Tujuannya agar penyaluran bantuan tepat sasaran, transparan, dan menghindari tumpang-tindih penerima bantuan. Kami, Perum Bulog, hanya sebagai mitra penyalur. Pelaksanaan di lapangan melibatkan semua stakeholder terkait, mulai dari pemkab, TNI-Polri, Satgas Pangan, dan lain sebagainya,” tegasnya.
Dijelaskan, bantuan pangan yang disalurkan kepada masyarakat berupa beras dan minyak goreng.
Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, dengan mekanisme penyaluran rapel dua bulan.
”Jadi, setiap termin menyalurkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak,” sebutnya.
Wakil Ketua DPRD Pamekasan Ismail mengingatkan agar proses pendataan penerima bantuan dilakukan secara akurat dan berkelanjutan.
Validitas data menjadi kunci utama agar program banpang benar-benar tepat sasaran dan diterima warga yang memang membutuhkan.
”Pemkab melalui dinas terkait terus melakukan pemutakhiran data secara berkala. Ini penting untuk mengantisipasi adanya penerima yang sudah tidak layak maupun warga miskin baru yang belum masuk dalam daftar bantuan,” pesannya. (lil/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti