PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan tekanan keterbatasan fiskal daerah, alokasi belanja pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan menuai sorotan. Pasalnya, institusi tersebut tercatat mengalokasikan anggaran pembelian pulpen hingga Rp 2 juta.
Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, anggaran belanja pulpen senilai jutaan tersebut terbagi dalam dua kegiatan. Pertama, paket belanja dengan kode RUP 62848567, dianggarkan sebesar Rp 500.000 untuk pembelian 136 buah pulpen. Artinya, satu pulpen dengan spesifikasi Pilot BPT-P dibanderol harga sekitar Rp 3.676.
Sementara itu, pada paket kedua dengan kode RUP 62848581, dianggarkan dana sebesar Rp 1.500.000. Alokasi tersebut diperuntukkan bagi pengadaan tujuh dos pena jenis boldliner, di mana setiap dos berisi 12 unit. Dengan demikian, setiap satu pulpen dihargai Rp 17.000 lebih (lihat grafis).
Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Ahmad Fauzi berjanji akan menindaklanjuti adanya alokasi anggaran yang dinilai tidak rasional dan kurang relevan tersebut. Baginya, pengalokasian anggaran hingga Rp 2 juta untuk pembelian alat tulis berupa pulpen tergolong cukup besar jika hanya diperuntukkan bagi kebutuhan administratif rutin di lingkungan dinas.
Baca Juga: Korwil BGN Abai, Puluhan Dapur MBG Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan
Menurutnya, legislatif akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap penggunaan APBD agar benar-benar berdasarkan kebutuhan prioritas dan bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Karena itu, dia akan meminta penjelasan dari dinas terkait guna memastikan agar tidak terjadi pemborosan anggaran di tengah tuntutan efisiensi belanja daerah.“Nanti kami kroscek dan konfirmasi langsung ke dinas, kami panggil OPD terkait,” janji Fauzi.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Pamekasan Supriyanto enggan mengomentari terkait belanja alat tulis kantor tersebut. Pria berkacamata itu menyarankan untuk menghubungi Sekretaris DPUPR Pamekasan Rachman Tamrin. “Silakan konfirmasi ke Sekretariat PUPR,” sarannya singkat.
Sekretaris DPUPR Rachman Tamrin juga belum bisa dimintai keterangan berkaitan dengan pagu belanja pulpen Rp 2 juta tersebut. Dia beralasan sedang mengikuti rapat di luar kota. “Ke kantor saja Senin, besok (hari ini, Red) libur. Langsung temui Pak Yayak, Kasubbag Perencanaan,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri