PAMEKASAN, RadarMadura.id – Upaya menekan angka kriminalitas terus diperkuat oleh aparat kepolisian. Salah satunya dengan menggandeng masyarakat sipil melalui program Sabuk Kamtibmas.
Komitmen itu ditunjukkan dalam apel gelar pasukan yang diadakan di halaman Polres Pamekasan, kemarin (30/4). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Hendra Eko Triyulianto.
Hendra menegaskan pentingnya sinergi lintas elemen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menurut dia, stabilitas wilayah tidak bisa hanya bergantung pada aparat penegak hukum.
Dijelaskan, Sabuk Kamtibmas bukan sekadar kegiatan seremonial. Program itu dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat deteksi dini sekaligus membangun ketahanan sosial di tengah masyarakat.
“Ini menjadi pengikat persatuan sekaligus benteng bersama dalam mencegah potensi konflik dan gangguan keamanan,” tutur perwira menengah (pamen) Polri berpangkat dua melati di pundaknya itu.
Hendra menambahkan, keterlibatan masyarakat sipil menjadi kunci utama dalam menekan angka kriminalitas. Karena itu, berbagai unsur dilibatkan, mulai dari Senkom, Pokdar Kamtibmas, kelompok buruh, hingga Saka Bhayangkara.
Baca Juga: Survei Jalan Sedot Anggaran Ratusan Juta, Besaran Dana Lebih Besar Dibandingkan 2025
Dia juga menggarisbawahi lima langkah penting dalam pelaksanaan Sabuk Kamtibmas, yakni memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan dan membangun kolaborasi tanpa ego sektoral.
Selain itu, poin penting lainnya adalah meningkatkan kemitraan dengan masyarakat, melakukan mitigasi terhadap potensi krisis seperti bencana dan konflik sosial, serta menjaga iklim demokrasi tetap kondusif.
“Gerakan Sabuk Kamtibmas tidak berhenti di level seremoni, tetapi benar-benar berjalan hingga tingkat desa dan komunitas sehingga situasi Pamekasan tetap aman, damai, dan kondusif,” tandasnya. (afg/yan)
Editor : Amin Basiri