PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pengembangan literasi di tingkat desa dan kelurahan di Kabupaten Pamekasan belum optimal. Indikasinya, terdapat ratusan desa dan kelurahan yng belum memiliki perpustakaan.
Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Pamekasan Kusairi mengutarakan, dari 178 desa dan 11 kelurahan, baru terdapat 87 yang memiliki perpustakaan. Artinya, tersisa 102 desa dan kelurahan yang belum mendirikan perpustakaan.
”Di Pamekasan ada sekitar 87 perpustakaan desa dan kelurahan. Ada beberapa yang berjalan optimal, sedang, dan kurang optimal,” tuturnya.
Kusairi mengungkapkan, perpustakaan desa dan kelurahan yang dinyatakan optimal pengelolaan hanya 20 persen atau sekitar 17. Di antaranya perpustakaan Desa Bunder, Pademawu Barat, Desa Tampojung Pregi dan yang lainnya.
”Kendala yang tidak dan kurang optimal beragam. Mulai dari tidak adanya pelimpahan dari pemdes sebelumnya, atau pengelolanya merangkap jadi pemdes,” ungkapnya.
Baca Juga: Wacanakan Pamekasan Jadi Kabupaten Al-Qur'an, Bupati Kholil Minta NA Disusun
Untuk mewujudkan Kabupaten Literasi, Kusairi mengeklaim, dispusip terus mendorong agar setiap desa dan kelurahan mendirikan perpustakaan dan mengelola dengan baik. Pihaknya juga memberikan pendampingan, bimbingan teknis (bimtek) dan monitoring kepada perpustakaan tersebut.
Pihaknya juga memperkuat koordinasi dengan desa melalui pemerintah kecamatan. Termasuk juga berkolaborasi dengan dinas pemberdayaan masyarakat dan fesa (DPMD) sebagai perangkat daerah yang secara bersinggungan langsung dengan pemerintah desa.
”Ada sepuluh prioritas penggunaan dana desa (DD), salah satu manfaatnya untuk pengembangan literasi,” tegasnya.
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Maltuful Anam menekankan agar program pendirian perpustakaan di tingkat desa dikawal dengan serius. Selain mempermudah akses literasi bagi masyarakat, program ini juga bagian implementasi dari Pamekasan sebagai Kota Pendidikan.
”Dengan adanya perpustakaan hingga tingkat desa dan kelurahan diharapkan menjadi jendela keilmuan dan menambah wawasan masyarakat. Mengingat indeks pembangunan literasi masyarakat di Pamekasan turun, dari 93,63 di 2022 menjadi 56,14 pada 2024,” tukasnya. (lil/bil)
Editor : Amin Basiri