PAMEKASAN, RadarMadura.id – Wisuda menjadi titik penting bagi para lulusan dalam menapaki fase akademik di jenjang pendidikan tinggi.
Momen itu dirasakan langsung Wakil Kepala Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Biro Pamekasan Moh. Ali Muhsin saat mengikuti prosesi wisuda Magister Ke-23 di UIN Madura, Senin (20/4).
Dalam prosesi yang berlangsung khidmat itu, Muhsin menjadi salah satu wisudawan program magister yang menarik perhatian.
Saat sambutan, Rektor UIN Madura Saiful Hadi secara khusus memanggil namanya untuk naik ke atas panggung.
Baca Juga: Pocil Aisah Jadi Maskot Festival Karnaval Simfoni Nusantara Sabilillah
Tujuannya, untuk memberikan pesan singkat dan motivasi bagi para wisudawan di kampus Tanean Lanjhang tersebut.
Pada kesempatan itu, lulusan Prodi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI), itu menyampaikan bahwa wisuda bukan akhir dari sebuah perjalanan akademik atau keilmuan.
Melainkan sebaliknya, titik awal perjuangan untuk berkiprah jadi motor penggerak memajukan pendidikan dan bangsa Indonesia.
”Meski lama menunggu, wisuda bukanlah akhir dari belajar, melainkan awal perjuangan sesungguhnya,” ujar Muhsin.
Pria kelahiran Sumenep itu mengajak para wisudawan untuk terus berkarya dan tak berhenti berkembang dan menjadi motor penggerak kemajuan bangsa.
”Insyaallah untuk itu, Pak Rektor siap memberikan program beasiswa S-2 atau S-3 di kampus kita tercinta” katanya.
Kesempatan yang diberikan Rektor Hadi tersebut bukanlah sebuah kebetulan.
Baca Juga: Bupati Kholil Berangkatkan Santri Banyuanyar, Ikuti Event International Qur’an di Turki
Selama menempuh pendidikan pascasarjana di UIN Madura, Muhsin dikenal sebagai sosok mahasiswa yang aktif melahirkan gagasan inovatif di bidang pendidikan.
Salah satunya berupa gagasan yang tertuang dalam program Madrasah Memanggil sebagai ruang pengabdian.
”Mahasiswa sejati itu adalah mereka yang mampu berdampak dan memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat. Terutama kemajuan dalam pendidikan,” tegasnya.
Rektor UIN Madura Saiful Hadi berterima kasih kepada para wisudawan yang sudah mewariskan program mulia.
Baginya, inisiatif tersebut jadi contoh nyata pengabdian akademik yang berdampak.
Oleh karena itu, pihaknya berharap agar mahasiswa lainnya juga bisa melakukan gerakan inovatif yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan.
”Ini adalah contoh, bagaimana lulusan UIN Madura telah mampu mewariskan program yang mulia. Maka dari itu, harapan kami seluruh wisudawan untuk dapat mengabdi dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti