PAMEKASAN, RadarMadura.id– Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan dipastikan tidak menerima pendaftaran murid baru secara terbuka. Proses rekrutmen difokuskan pada penjangkauan langsung terhadap calon murid dari keluarga kurang mampu.
”Tidak ada pembukaan atau pendaftaran murid baru. Jadi, di sekolah rakyat itu penjangkauan. Jadi, tidak ada SPMB (sistem penerimaan murid baru, Red),” ucap Kepala SRMP 29 Pamekasan Aisyah Minarni Mukti.
Menurutnya, murid baru yang direkrut masuk sekolah gratis program nasional tersebut merujuk pada data resmi pemerintah pusat, yakni berdasarkan data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN) dengan sasaran utama masyarakat kategori desil 1 dan desil 2.
”Nanti dari dinas sosial (dinsos) dan tim dari PKH yang akan menyisir pelajar yang menjadi sasaran. Ini memang program khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.
Aisyah menjelaskan, pendekatan kepada calon murid dilakukan tanpa unsur paksaan. Artinya, benar-benar atas ketersediaan dari calon murid dan keluarganya. Untuk proses selanjutnya adalah asesmen serta pengisian formulir administrasi.
”Nantinya murid baru kita, insyaallah kalau mencukupi dua rombel. Jadi, kita lihat progresnya di bulan Juli bagaimana,” sebutnya.
Kepala Dinsos Pamekasan Herman Hidayat Santoso menegaskan, proses rekrutmen calon murid SRMP 29 tetap memprioritaskan kelompok paling rentan secara ekonomi. Secara khusus, yaitu mengutamakan anak-anak yang keluarganya berada di desil 1 DTSEN.
”Setelah itu baru dilakukan asesmen lanjutan. Mekanismenya masih sama seperti tahun lalu,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri