PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemkab Pamekasan mulai mendorong penguatan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. Karena itu, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan audiensi ke Direktorat Perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Pembangunan Daerah (PEIPD) Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Selasa (7/4).
Dalam pertemuan tersebut, di antara yang dibahas adalah konsolidasi pelaksanaan misi ke-3 RPJMD Kabupaten Pamekasan, khususnya terkait penguatan rekayasa lingkungan dan mitigasi risiko bencana. Bupati Kholil mengatakan, konsolidasi ini bagian krusial dari rangkaian assesment program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP).
Kabupaten Pamekasan sukses menjadi salah satu nomine dari 45 kabupaten/kota se-Indonesia untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis model ekonomi sirkular.
Baca Juga: Petugas Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan Temukan Benda Terlarang di Kamar Napi
”Langkah ini diambil sebagai respons cerdas dan taktis terhadap dinamika fiskal daerah. Terutama dalam menghadapi tren penurunan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD),” ujarnya.
Mantan anggota DPR RI ini menjelaskan, keikutsertaan Kota Gerbang Salam dalam LSDP, merupakan bagian dari strategi creative financing (pembiayaan kreatif) agar tetap mampu menjalankan proyek infrastruktur vital tanpa bergantung sepenuhnya pada APBD konvensional. Yaitu dengan mengoptimalkan pendanaan eksternal dan dukungan teknis internasional dari World Bank melalui Kemendagri.
”Pamekasan berupaya menembus keterbatasan ruang fiskal agar peningkatan layanan publik tetap berjalan optimal,” jelasnya.
Selain fokus pada pengelolaan persampahan dari hulu ke hilir, Bupati Kholil juga membahas tentang upaya penguatan program Water Energy Food Security for Regional Integrated Development (WEFSRID). Program ini menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur irigasi strategis yang diproyeksikan mampu menciptakan ketahanan pangan, energi, dan air secara mandiri.
”LSDP dan WEFSRID menjadi bukti keseriusan Pemkab Pamekasan dalam menyiapkan fondasi pembangunan yang kokoh, baik melalui penyediaan lahan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), penguatan regulasi, maupun pemberdayaan kelembagaan berbasis komunitas untuk menjaga keberlanjutan operasional,” pungkasnya. (lil/bil)
Editor : Amin Basiri