Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bupati Kholil Cari Figur Jadi Ketua Paguyuban Batik

Amin Basiri • Selasa, 7 April 2026 | 11:13 WIB
INOVATIF: Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman saat doorstop dengan awak media di Pendopo Ronggosukowati, Selasa (31/3).
INOVATIF: Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman saat doorstop dengan awak media di Pendopo Ronggosukowati, Selasa (31/3).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Batik selama ini menjadi salah satu identitas daerah selain julukan Pamekasan sebagai Kabupaten Gerbang Salam. 

Namun, geliat gebyar batik saat ini dinilai belum kembali bergairah seperti beberapa tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman berkomitmen untuk menghidupkan kembali kejayaan batik di Bumi Pamelingan.

Baca Juga: Proyek Tlagah–Bulangan Barat Lanjut, DPUPR Siapkan Rp 1,8 Miliar

Baginya, batik bukan sekadar produk kerajinan, tetapi juga simbol budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat yang harus terus dijaga keberadaannya.

”Kami berharap, mulai 2026 ini gebyar batik di Pamekasan sebagai kabupaten/kota batik sudah bisa dimulai,” ucap Bupati Kholil.

Mantan anggota DPR RI itu mengaku, diperlukan strategi baru agar batik Pamekasan mampu bersaing di tengah perkembangan industri kreatif dan perubahan tren pasar.

Salah satunya akan mencari figur pemersatu yang mampu mengonsolidasikan para perajin, pelaku usaha, hingga komunitas batik agar bergerak dalam satu arah pengembangan.

”Nanti akan kami jadikan sebagai ketua paguyuban batik. Harus memenuhi sejumlah kriteria, salah satunya tidak berpihak pada kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu, melainkan mampu menjadi payung bersama bagi seluruh perajin batik,” tuturnya.

Di samping itu, figur yang dicari oleh Bupati Kholil merupakan sosok yang memiliki sense of belonging atau rasa memiliki yang kuat terhadap Pamekasan.

Baca Juga: Jaksa Turun ke Desa, Dalami Kasus PKH Waru

Dengan harapan, kepemimpinan yang dibangun dapat berorientasi dedikasi dan keberlanjutan, sehingga mampu menjadi motor penggerak kebangkitan industri batik.

”Jadi ini tidak hanya untuk periode kepemimpinan kami, sehingga nantinya pembatik, pengrajin batik di Pamekasan bisa bergeliat lagi seperti dulu saat saya menjabat bupati pada periode pertama,” tandasnya. (lil/yan)

Editor : Amin Basiri
#pamelingan #batik #pamekasan #paguyuban AgenBRILink