Aktivis Minta Dinkes Tak Boros  Usai Anggarkan Puluhan Juta Beli Kertas

Amin Basiri • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 09:46 WIB
Anggaran belanja kertas Dinkes Pamekasan capai puluhan juta rupiah
Anggaran belanja kertas Dinkes Pamekasan capai puluhan juta rupiah

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Anggaran puluhan juta rupiah untuk pembelian kertas di Dinas Kesehatan Pamekasan dikritik. 

Aktivis mengingatkan agar belanja tersebut tidak mencerminkan pemborosan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Ketua Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK) Pamekasan Moh. Mohtar Rosid menilai, alokasi anggaran tersebut harus dikaji ulang dari aspek urgensi.

Menurut dia, penggunaan APBD semestinya difokuskan pada program yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Dia menegaskan, belanja administratif seperti pengadaan kertas tidak boleh mendominasi di tengah berbagai kebutuhan layanan kesehatan yang masih mendesak.

Apalagi, kondisi fiskal daerah saat ini menuntut efisiensi dalam setiap pengeluaran.

Baca Juga: Ratusan Juta untuk Pengawasan Mamin, Dinkes Pamekasan Berdalih sebagai Program Prioritas

”Jangan sampai terkesan boros. Harus dilihat betul prioritasnya, apakah memang itu kebutuhan utama atau masih bisa ditekan,” ujarnya.

Mohtar juga meminta agar Dinkes Pamekasan membuka secara rinci dasar perhitungan anggaran tersebut.

Transparansi dinilai penting untuk memastikan tidak terjadi pemborosan dalam penggunaan dana publik.

Menurut dia, proses efisiensi harus benar-benar dimaksimalkan dan tidak sekadar formalitas.

Mohtar menambahkan, momentum tersebut seharusnya digunakan untuk menekan belanja yang kurang prioritas.

Baca Juga: Dinkes Pamekasan Belanja Speaker Karaoke Ratusan Juta

Sementara itu, Kepala Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Dinkes Pamekasan Nur Imama sebelumnya menyatakan bahwa anggaran tersebut belum final. Dia menyebut saat ini masih dalam tahap pembahasan efisiensi.

Karena itu, belanja kertas senilai puluhan juta di lingkungan Dinkes Pamekasan itu berpotensi berubah.

”Sekarang masih dibahas efisiensi,” pungkasnya. (afg/jup) 

Editor : Amin Basiri
pengadaan kertas belanja kertas belanja administratif