PAMEKASAN, RadarMadura.id - Pemerintah pusat telah menetapkan berbagai kebijakan efisiensi energi di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah (Timteng).
Salah satunya mencakup penerapan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga pembatasan penggunaan kendaraan dinas (randis).
Merespons hal itu, Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, mengimbau pejabat dan ASN di
Kota Gerbang Salam untuk mulai menggunakan sepeda ontel atau angin saat hendak berangkat kerja.
Langkah konkret ini dinilai bagian dari upaya menghemat dan mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
"Kalau rumahnya tidak terlalu jauh (menggunakan sepeda ontel). Kalau jarak rumah ke kantor jauh, jangan, nanti keburu tutup kantornya," ucap Bupati Kholil.
Mantan anggota DPR RI itu menuturkan, dampak langsung dari ketegangan politik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat memang tidak terasa secara langsung.
Akan tetapi, dampak yang lain harus tetap diwaspadai, terutama berkenaan dengan krisis energi.
"Jika perang berlanjut perlahan-lahan mempengaruhi ketahanan energi di tanah air," tegasnya.
Sementara itu, berkenaan dengan penerapan kerja dari rumah dan lokasi kerja bagi ASN masih terus dikaji dan digodok.
Meski kebijakan tersebut dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan penggunaan energi, namun tetap tidak boleh mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Pemkab Pamekasan juga berencana mengurangi perjalanan dinas dan rapat tatap muka.
Rapat internal akan lebih banyak dilakukan secara daring untuk menekan penggunaan energi sekaligus biaya operasional.
Termasuk kegiatan seremonial yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat juga akan dikurangi.
"Surat edaran (SE) sedang dibuat. Namun pada prinsipnya, kalau tidak perlu keluar membawa kendaraan bermotor, sebaiknya tidak keluar," tegasnya.
Ketua DPRD Pamekasan, Ali Masykur, berpendapat bahwa penerapan WFH untuk ASN kurang relevan.
Karena secara geografis, jarak tempuh para pegawai pemerintahan relatif dekat.
Dia justru mendorong penghematan energi dilakukan dengan kebijakan penggunaan sepeda ontel atau listrik.
Baca Juga: Beli Enam Traktor, DKPP Pamekasan Sediakan Ratusan Juta
"Bersepeda jauh lebih efektif. Tidak hanya menekan
konsumsi BBM, tetapi juga memastikan aktivitas pemerintahan berjalan normal dan itu bisa menyehatkan," pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri