Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Belasan Ribu Warga Tinggalkan Pamekasan  Saat Arus Balik Lebaran

Amin Basiri • Jumat, 27 Maret 2026 | 14:59 WIB
MENINGKAT: Penumpang bersiap menaiki bus di Terminal Ronggosukowati Pamekasan, Kamis (25/3).
MENINGKAT: Penumpang bersiap menaiki bus di Terminal Ronggosukowati Pamekasan, Kamis (25/3).

PAMEKASAN, RadarMadura.id - Arus balik pasca-Lebaran Idul Fitri masih terlihat di Terminal Ronggosukowati Pamekasan. 

Buktinya, jumlah penumpang di terminal tipe B tersebut meningkat signifikan. Buktinya, mulai Minggu (22/3)Rabu (25/3) terdapat 11.074 penumpang di terminal tersebut.

Kasatgas Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov Jawa Timur Mohammad Kurniadi menyatakan, lonjakan penumpang terjadi secara bertahap setiap harinya.

Itu seiring meningkatnya mobilitas masyarakat usai merayakan Lebaran di kampung halaman bersama keluarganya. 

Baca Juga: Dua Pekan PJU Dibarkan Padam, Dewan Desak Dishub Lakukan Perbaikan

Total armada kurang lebih sekitar 574 unit sejak H+1 hingga H+4 Lebaran, ujarnya.

Hari pertama pasca-Lebaran, jumlah keberangkatan penumpang tercatat 1.904 orang. Perinciannya, 167 penumpang menggunakan angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP).

Serta 1.737 penumpang menggunakan angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP).

Sedangkan di kedua arus balik, jumlah penumpang meningkat menjadi 2.503 orang. Terdiri dari 434 penumpang AKAP dan 2.069 penumpang AKDP.

Kenaikan signifikan terjadi tiga hari setelah Lebaran, total ada 3.842 penumpang yang tercatat.

Terdiri dari 683 penumpang AKAP dan 3.159 penumpang AKDP. Sedangkan H+4 Lebaran, jumlah penumpang tercatat sebanyak 2.825 orang.

Perinciannya, 531 penumpang AKAP dan 2.294 penumpang AKDP.

Kurniadi memprediksi jumlah penumpang akan terus tinggi hingga akhir pekan.

Sebab, tahun ini tidak ada angkutan arus balik gratis yang bisa dinikmati masyarakat.

"Untuk puncak arus balik diprediksi terjadi pada 2425 Maret, seiring dimulainya aktivitas perkantoran, serta 28 hingga 29 Maret bertepatan dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar di sekolah", jelasnya.

Pria berbadan tegap itu menambahkan, harga tiket khusus AKDP tidak mengalami kenaikan.

Artinya, tarif yang diberlakukan kepada penumpang masih tetap normal sesuai ketentuan yang berlaku. Yaitu berkisar antara Rp 60 ribu hingga Rp 85 ribu untuk tujuan Surabaya.

"Patas, dari SumenepSurabaya Rp 110 ribu kalau dari PamekasanSurabaya Rp 85 ribu. Sementara bus ekonomi Sumenep - Surabaya tarifnya Rp 70 ribu, dan kalau dari rute PamekasanSurabaya Rp 55 sampai Rp 60 ribuan", sebutnya.

Baca Juga: Bupati KH. Kholilurrahman Komitmen Optimalkan Potensi Daerah

Juma, salah satu penumpang tujuan Surabaya mengaku sengaja kembali berangkat merantau pada Kamis (26/3).

Sebab, sebagai tenaga pendidik, dirinya baru aktif melaksanakan belajar mengajar, Senin (30/3). 

"Salah satunya untuk menghindari lonjakan penumpang. Tapi selain itu, juga memanfaatkan libur panjang dengan keluarga", pungkasnya. (lil/jup)

Editor : Amin Basiri
#Lonjakan penumpang #arus balik #kenaikan tarif