PAMEKASAN, RadarMadura.id – Selama Hari Raya Idul Fitri, satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang merupakan mitra dalam program makan bergizi gratis (MBG) tidak beroperasi.
SPPG kembali aktif setelah liburan berakhir.
Ketua Satgas MBG Pamekasan Sukriyanto mengingatkan seluruh SPPG agar mematuhi aturan.
Menu MBG harus sesuai standar dan proses distribusi pasca-Lebaran harus mengacu pada ketentuan.
”Menu yang disalurkan harus sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Baik dari segi gizi, kualitas, maupun kelayakan konsumsi,” ucapnya.
Berdasar informasi yang dihimpun koran ini, terdapat beberapa menu makanan yang diantisipasi Badan Gizi Nasional (BGN) untuk tidak didistribusikan kepada pelajar.
Meliputi, mi goreng, nasi goreng, nasi kuning, soto, hingga ayam suwir. Langkah ini untuk menghindari terjadinya keracunan.
Menurut Sukriyanto, pihaknya telah mewanti-wanti agar SPPG tidak sembarangan dalam mendistribusikan menu.
Salah satu cara yang dilakukan adalah, menu yang tidak sesuai dengan ketentuan dilarang dimasukkan dalam daftar distribusi.
Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan itu dengan tegas menyatakan, pemantauan akan dilakukan secara berkala guna memastikan pelaksanaan program MBG berjalan optimal.
Jika ditemukan ada pelanggaran, dia tidak segan memberikan teguran hingga sanksi tegas.
”Kami ingin program MBG di Pamekasan berkualitas dan tepat sasaran. Masyarakat silakan ikut melakukan pengawasan. Jika ada pelanggaran, silakan laporkan kepada kami,” tegasnya.
Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Pamekasan Hariyanto Rahmansyah Tri Arif mengeklaim pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan para stakeholder terkait.
Baik dengan satgas MBG maupun SPPG atau pihak dapur.
”Kami sudah menyampaikan semua aturannya. Sebelum didistribusikan, seluruh sampel diperiksa secara ketat,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti