PAMEKASAN, RadarMadura.id – Program bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) kembali digulirkan.
Namun, kuota penerima bantuan dari dana transfer tersebut berkurang.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Herman Hidayat Santoso menyatakan, jumlah sasaran BLT tahun ini berkisar tujuh ribu orang.
Dukungan untuk kesejahteraan itu hanya difokuskan pada buruh pabrik tembakau yang bekerja di pabrik rokok legal.
Sementara itu, di 2025, bantuan itu diberikan kepada 23.064 penerima. Sasarannya meliputi 18.606 orang buruh tani tembakau dan 4.458 buruh pabrik.
Pengurangan sasaran ini terjadi karena adanya pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat.
”Anggaran yang disiapkan hanya sebesar Rp 5 miliar. Target penerima sementara adalah buruh pabrik rokok,” ungkap Herman.
Bantuan yang akan diberikan kepada penerima adalah Rp 600 ribu. Pencairannya dilakukan dua tahap.
Masing-masing tahap pencairannya Rp 300 ribu. Proses verifikasi dan validasi data menjadi titik krusial sebelum dana dicairkan.
Dengan demikian, seluruh proses harus mengikuti tahapan yang telah diatur.
Mulai dari perencanaan, sosialisasi, hingga validasi data, sebelum akhirnya disalurkan kepada para penerima manfaat.
”Penyaluran itu ditargetkan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang,” ujarnya.
Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Halili menyatakan, pengurangan DBHCHT tidak hanya terjadi di Pamekasan.
Hampir seluruh daerah penerima juga mengalami kondisi yang sama. Namun pihaknya mendorong penyaluran BLT harus tetap dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.
”Penyesuaiannya harus mempertimbangkan kondisi buruh selaku penerima utama. Data-datanya juga harus yang akurat agar tepat sasaran,” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti