PAMEKASAN, RadarMadura.id – Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Pemkab Pamekasan tetap berkomitmen memastikan arah pembangunan berjalan sesuai rencana.
Salah satu langkah yang terus diperkuat adalah menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat sebagai kekuatan bersama dalam mendukung pembangunan daerah.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman menegaskan, adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.
Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan upaya pemerintah untuk tetap menghadirkan program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.
”Jangan ada jarak, harus bergandengan tangan, kami yakin di tengah gempuran efisiensi anggaran, Pamekasan akan tetap membangun ketika semangat gotong royong terus diperkuat,” ungkap Bupati Kholil.
Baca Juga: Kerajinan Serat Alam Bali Tembus Pasar Dunia, TSDC Berkembang Lewat LinkUMKM BRI
Baginya, gotong royong bukan sekadar tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Nilai kebersamaan tersebut merupakan kekuatan sosial yang mampu menggerakkan masyarakat untuk saling membantu dan berkontribusi. Sehingga, pembangunan daerah lebih efektif dan keberlanjutan.
Mantan anggota DPR RI itu meyakini, ketika semangat gotong royong tumbuh kuat di tengah masyarakat, berbagai persoalan pembangunan dapat dihadapi secara bersama-sama.
Pemerintah daerah tidak bekerja sendiri, tetapi juga didukung partisipasi aktif masyarakat untuk menyukseskan program dan pembangunan pemerintah.
”Selama ini kalau ada jalan rusak, masyarakat menunggu anggaran pemerintah. Tapi karena sekarang anggaran terbatas, maka masyarakat bisa melakukannya dengan gotong royong,” tegasnya.
Di samping itu, bupati yang juga pengasuh Pondok Pesantren Matsaratul Huda (Matsda) Panempan tersebut menekankan agar seluruh jajaran birokrasi mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten saling menguatkan. Mampu bekerja sinergis dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Baca Juga: Ratusan WB Diusulkan Dapat Diskon Hukuman Dua Napi Langsung Bebas
Bupati Kholil menegaskan, selama ini daerah dininabobokan dengan besarnya dana transfer, sehingga kurang terdorong untuk mandiri menciptakan sumber pendapatan sendiri.
Karena itu, saat ini daerah dituntut lebih inovatif dalam menghadirkan berbagai terobosan guna memperkuat kemandirian fiskal daerah.
”Itu saya sampaikan dan tegaskan saat Safari Ramadan di 13 kecamatan. Kuatkan birokrasi, di semua tingkat, pemerintah tingkat desa, kecamatan, dan organisasi perangkat daerah (OPD),” ujarnya.
Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur menilai, di bawah kepemimpinan Bupati Kholilurrahman, semangat gotong royong masyarakat membangun daerah kembali hidup.
Hal tersebut tidak lepas dari sosok bupati yang tidak hanya berperan sebagai kepala daerah, tetapi juga tokoh agama yang memiliki pengaruh kuat.
”Di Pamekasan ini ada swadaya masyarakat membangun jalan desa. Ini jarang terjadi di daerah lain. Itu karena dipimpin oleh Pak Bupati yang juga seorang kiai, sehingga semangat gotong royong tumbuh di masyarakat,” pungkasnya. (lil/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti