Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Menu Sahur dan Buka Puasa Favorit Wakil Ketua DPRD Pamekasan Ismail saat Ramadan Lebih Menikmati Makanan Tradisional Ala Pedesaan

Amin Basiri • Kamis, 12 Maret 2026 | 20:30 WIB

BERBAUR: Wakil Ketua DPRD Pamekasan Ismail saat menghadiri Haul RKH Abd. Hamid di Ponpes Al-Hamidy Banyuanyar, Minggu (8/3).
BERBAUR: Wakil Ketua DPRD Pamekasan Ismail saat menghadiri Haul RKH Abd. Hamid di Ponpes Al-Hamidy Banyuanyar, Minggu (8/3).

 Kesederhanaan kerap menghadirkan kenikmatan yang tak tergantikan. Di tengah beragam hidangan berbuka yang menggoda, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Ismail justru memilih kembali pada cita rasa kampung halaman.

 RAMADAN tak selalu identik dengan hidangan mewah. Bagi Wakil Ketua DPRD Pamekasan Ismail, justru menu sederhana khas pedesaan Madura menjadi pilihan utama saat berbuka maupun sahur.

Politikus Partai Demokrat itu mengaku lebih menikmati makanan tradisional yang biasa ditemui di rumah-rumah warga desa. Baginya, hidangan sederhana justru menghadirkan suasana Ramadan yang hangat.

”Kalau buka atau sahur, saya lebih suka nasi jagung,” ujar Ismail. Menu favorit itu biasanya dipadukan dengan abon cakalang, sayur-sayuran, hingga aneka ikan panggang.

Menurut Ismail, makanan seperti itu sudah cukup memenuhi kebutuhan energi selama berpuasa. Selain itu, rasanya juga mengingatkan pada kehidupan masyarakat Madura yang sederhana namun penuh kebersamaan.

Dia menilai, selera makan saat Ramadan tidak harus mahal atau berlebihan. Justru hidangan sederhana lebih menyehatkan dan membuat tubuh tetap ringan saat menjalani aktivitas.

Di tengah kesibukan tugas sebagai pimpinan DPRD, pola makan sederhana itu menjadi cara Ismail menjaga stamina.

Dengan menu tradisional, dia tetap bisa menjalankan aktivitas legislatif sekaligus menunaikan ibadah puasa dengan baik.

”Bagi saya, Ramadan juga menjadi pengingat untuk hidup lebih sederhana. Termasuk dalam urusan makanan. Yang terpenting bukan kemewahannya, tetapi keberkahan dan kebersamaan yang menyertainya,” tukasnya. (afg/han)

Editor : Amin Basiri