PAMEKASAB, RadarMadura.id – Proyek pembangunan gerai Koperasi Merah Putih (KMP) harus terus diawasi. Pasalnya, dalam pengerjaannya, khususnya di Kabupaten Pamekasan, rekanan pelaksana terkesan tertutup dan kurang transparan.
Indikasi tersebut terlihat dari tidak ditemukannya papan informasi proyek di sejumlah lokasi pembangunan gerai.
Padahal, papan informasi menjadi instrumen dasar transparansi yang memuat keterangan penting, seperti nominal anggaran, sumber pendanaan, pelaksana proyek, hingga jangka waktu pengerjaan.
Wilda Rasaili, pengamat kebijakan publik, mengatakan, tidak adanya papan informasi tersebut membuat publik sulit mengakses data mengenai penggunaan anggaran dalam proyek strategis nasional itu.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran adanya celah penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.
"Salah satu prinsip tata kelola pembangunan yang baik adalah transparansi. Publik harus tahu, mulai dari anggaran hingga progres pembangunnya. Jangan ada rahasia," ucapnya.
Potensi adanya ruang penyalahgunaan anggaran juga terbuka karena proyek pembangunan gerai KMP dilaksanakan secara serentak di banyak titik.
Di sisi lain, tidak ada pengawasan dari pihak eksternal yang independen dan hanya memanfaatkan pengawasan internal, baik dari pihak TNI maupun PT Agrinas.
"Kalau evaluasi dan pengawasan itu dilakukan internal, cenderung bersifat administratif dan normatif. Kalau eksternal, kredibilitasnya akan lebih kuat," ingatnya.
Dosen muda Universitas Wiraraja Madura itu menekankan agar Kodim sebagai pihak yang diberi tanggung jawab melakukan pengawasan benar-benar menjalankan fungsinya secara optimal.
Sehingga, proyek pembangunan gerai KMP sesuai spesifikasi dan jauh dari potensi penyalahgunaan anggaran.
"Karena tanpa transparansi dan pengawasan yang ketat, proyek KMP ini rawan penyimpangan," tegasnya.
Baca Juga: Naik ke Tahap Penyidikan, Laporan Mahasiswi atas Oknum Lora
Sebelumnya, Dandim 0826/Pamekasan Letkol (Kav) Agus Wibowo Hendratmoko mengungkapkan, selain pengawasan dari internal PT Agrinas, anggota juga turut serta melakukan pengawasan pelaksanaan proyek KMP di lapangan. Sementara anggaran yang digunakan untuk membangun gerai tersebut sama, yaitu Rp 1 miliar.
"Alhamdulillah di Pamekasan sejauh ini aman (tidak ada temuan, Red). Makanya dengan adanya konsultan, pengawas dari babinsa, kalau dalam perjalanannya ada yang kurang, maka langsung diperbaiki," pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri