PAMEKASAN, RadarMadura.id - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan mulai menghitung anggaran jika proyek pelebaran jalan TlagahBulangan Barat kembali dilanjutkan.
Anggaran sebesar Rp 1,8 miliar disebut telah disiapkan sebagai estimasi kebutuhan penyelesaian pekerjaan.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Pamekasan Tri Gunawan mengatakan, angka tersebut diproyeksikan untuk menuntaskan sisa pekerjaan setelah kontrak sebelumnya diputus.
Namun, dia belum memutuskan proyek tersebut dilanjutkan dalam waktu dekat atau tidak.
"Kami siapkan sekitar Rp 1,8 miliar kalau memang harus dilanjutkan. Tapi, sampai sekarang masih menunggu arahan apakah harus dialokasikan ke proyek tersebut atau yang lainnya", ujarnya.
Tri menjelaskan, proyek pelebaran jalan itu sebelumnya dihentikan karena rekanan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal.
Selain faktor internal kontraktor, proyek juga terseret persoalan hukum yang kini ditangani aparat penegak hukum.
Karena itu, Dinas PUPR Pamekasan memilih bersikap hati-hati.
Dia masih menunggu petunjuk resmi dari Kejari dan Inspektorat Pamekasan sebelum menentukan langkah lanjutan.
Menurut Tri, keputusan tersebut penting agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. Kami tidak ingin salah langkah.
"Kami tunggu hasil pendalaman dari kejaksaan dan inspektorat', tegasnya.
Seperti diketahui, proyek jalan yang bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) itu sebelumnya bernilai sekitar Rp 3,6 miliar.
Sebagian anggaran telah dicairkan sebelum pekerjaan dihentikan karena progres dinilai tak mampu dikejar. (afg/yan)
Editor : Amin Basiri