PAMEKASAN, RadarMadura.id - Pemkab Pamekasan kembali menorehkan capaian positif dalam pengelolaan pemerintahan di bawah kepemimpinan Bupati KH Kholilurrahman dan Wakil Bupati (Wabup) Sukriyanto.
Kabupaten berjuluk Kota Gerbang Salam itu menerima apresiasi dalam pengelolaan sampah selama 2025 berupa Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah pusat kepada daerah.
Sebab, telah berkomitmen dalam penguatan program kebersihan dan pengelolaan tempat pembuangan sampah.
Selain itu, penghargaan tersebut juga diberikan atas upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
"Ini bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh elemen di Pamekasan dalam menjaga kebersihan dan memperbaiki tata kelola sampah', ucap Wabup Sukri.
Pamekasan menjadi salah satu dari 34 kabupaten atau kota di Indonesia yang dinilai konsisten dan inovatif dalam pengelolaan sampah sepanjang 2025.
Adapun kabupaten/kota di Jawa Timur yang memperoleh penghargaan serupa adalah Kota Malang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Madiun, Kabupaten Jombang, Kabupaten Malang, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Magetan, Kota Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kota Blitar.
Mantan Kades Blaban dua periode itu bersyukur karena Pamekasan termasuk penerima penghargaan tingkat nasional tersebut.
"Karena tidak ada Piala Adipura maupun Adipura Kencana, maka Sertifikat Menuju Kabupaten atau Kota Bersih menjadi penghargaan tertinggi tahun ini", tegasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan Supriyanto menilai, capaian tersebut harus menjadi pemicu penguatan sistem pengelolaan sampah ke depan.
Salah satunya melalui prinsip 3R (reduce, reuse, and recycle) serta pengembangan teknologi ramah lingkungan.
Di samping itu juga perlu sinergi lintas sektor untuk mewujudkan kebersihan dan keindahan kota.
"Harus terus berinovasi dalam pengelolaan sampah dengan prinsip 3R, pengembangan maggot, eco enzym, komposter, dan lainnya. Sehingga, sampah menjadi berkah, bukan masalah", pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri