SUMENEP, RadarMadura.id – Program pembangunan pemerintah dinilai belum sepenuhnya menyentuh semua lapisan. Indikasinya, masih banyak warga yang hidup di bawah garis kemiskinan. Yakni, mendiami rumah tidak layak huni (RTLH) dan terancam putus sekolah.
Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau se-Madura (P4TM) Khairul Umam mengajak pengusaha membantu pemerintah. Khususnya, dalam rangka pengentasan kemiskinan.
”Masih banyak rumah tidak layak dan anak-anak belum mampu sekolah. Ayo bantu pemerintah,” ajaknya
Pihaknya mendorong pengusaha memberi contoh. Mulai dari gotong royong memperbaiki rumah warga miskin, hingga membantu biaya pendidikan anak kurang mampu.
”Kita mau bangun rumah sudah bisa, mau beli mobil yang mahal-mahal juga sudah bisa. Tidak kurang-kurang apa yang kita dapat. Ayo sekarang coba kita salurkan kepada warga kurang mampu,” ajaknya.
Di Pamekasan, angka kemiskinan berhasil turun. Hal itu berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS). Dari yang sebelumnya berjumlah 13,44 persen pada 2024 turun menjadi 12,77 persen pada 2025.
Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menyebut bahwa keberhasilan tidak dicapai secara individu. Tetapi, karena adanya sinergisitas dengan semua pihak. Mulai dari pengusaha dan masyarakat.
Angka kemiskinan itu melampaui prediksi BPS yang sebelumnya memperkirakan penurunan baru akan terjadi pada 2027. Ini mulai membuahkan hasil dan patut disyukuri,” tegasnya. (afg/jup)
Editor : Amin Basiri