Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kepesertaan Jamsostek bagi Guru Ngaji Stagnan

Amin Basiri • Rabu, 25 Februari 2026 | 11:05 WIB

Ilustrasi dibantu AI
Ilustrasi dibantu AI

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemkab Pamekasan tidak mampu menambah cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan (jamsostek) bagi guru ngaji.

Tahun ini jumlah kepesertaan dipastikan stagnan. Yakni, hanya mampu meng-cover 2.501 guru ngaji dalam program Universal Coverage Jamsostek (UCJ) tersebut.

Kabag Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setkab Pamekasan Abrori Asyari Rais mengutarakan, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama tidak adanya tambahan kepesertaan jamsostek bagi guru ngaji.

Pemerintah tidak bisa memaksakan perluasan program di tengah tekanan fiskal.

”Anggaran yang tersedia terbatas. Lebih-lebih tahun ini ada pemangkasan dana transfer dari pusat. Itu sangat berdampak,” tuturnya. 

Namun, pihaknya tetap bersyukur karena tiga ribu guru ngaji yang telah terdaftar dan di-cover BPJS Ketenagakerjaan sejak tahun-tahun sebelumnya masih dapat dilanjutkan kepesertaannya.

Sehingga dengan keberlanjutan ini, pemerintah mampu menjaga perlindungan dasar bagi para guru ngaji sebagai salah satu pekerja rentan.

”Program ini sudah bergulir sejak tiga tahun lalu. Ini bentuk penghargaan kepada para guru ngaji yang selama ini mendidik agama di masyarakat,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Ismail menekankan agar realisasi program jamsostek bagi guru ngaji benar-benar mengacu pada skala prioritas.

Yakni menyasar guru ngaji dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah dan benar-benar membutuhkan. 

”Di samping melakukan upaya peluasan kepesertaan, Pemkab juga harus memastikan program ini tepat sasaran dan tidak sekadar menjadi angka dalam laporan administratif,” pungkasnya. (lil/bil)

Editor : Amin Basiri