PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kualitas garam Pamekasan menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Potensi itu mendapat perhatian dari Menteri Koperasi (Menkop) RI Ferry Juliantono.
Ferry berjanji akan mengawal langsung rencana pengembangan industri garam di Kota Gerbang Salam.
Termasuk, berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar mendukung pendanaan pembangunan kawasan industri garam.
”Kami akan mendorong percepatannya. Nantinya kami akan bicara dengen Menkeu soal pembangunan industri garam ini,” ungkapnya saat kunjungan kerja ke Pamekasan, Sabtu (21/2).
Kawasan industri garam nantinya akan didorong menjadi pusat produksi dan pengolahan garam rakyat yang terintegrasi.
Keberadaan kawasan tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem pergaraman, mulai dari hulu hingga hilir.
Dengan begitu, garam hasil produksi petani tidak hanya diserap, tetapi diproses lebih lanjut menjadi garam industri.
Sehingga, memiliki nilai tambah dan kesejahteraan petani diharapkan ikut meningkat seiring optimalnya pengelolaan dan pengolahan hasil produksi.
”Artinya, pengembangannya harus digarap secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Kita akan dorong agar hasil produksi tersebut benar-benar menjadi produk unggulan Kabupaten Pamekasan,” tuturnya.
Sementara Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman mengakui pengembangan industri garam merupakan langkah strategis.
Terutama untuk menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi oleh para petani garam di Bumi Pamelingan.
”Sentra garam ke depan harus kita perhatikan secara serius, terutama untuk menyelesaikan persoalan yang melilit petani garam. Dari hulu sampai hilir harus kita selesaikan,” ujarnya.
Mantan anggota DPR RI itu menyebut pemerintah kabupaten (pemkab) telah menyiapkan dua lokasi yang memiliki potensi untuk pengembangan kawasan industri garam.
Lokasi tersebut terletak di wilayah selatan dan pesisir pantai utara (Pantura) Pamekasan.
”Di wilayah selatan rencananya di Majungan, sementara di pantura masih dalam pembahasan. Dua titik ini akan kami berdayakan,” janjinya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti