Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Diskop Pamekasan Bakal Revitalisasi Sentra PKL Eks PJKA

Amin Basiri • Selasa, 24 Februari 2026 | 08:56 WIB

LENGANG: Kios PKL Konfeksi sentra PKL Eks PJKA di Jalan Trunojoyo, Pamekasan, tutup, Senin (23/2).
LENGANG: Kios PKL Konfeksi sentra PKL Eks PJKA di Jalan Trunojoyo, Pamekasan, tutup, Senin (23/2).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kondisi tempat berjualan bagi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan eks PJKA dikeluhkan.

Meski lokasinya dinilai strategis, fasilitas dan penataan sentra PKL tersebut dianggap belum memadai untuk mendukung aktivitas perdagangan secara optimal.

Nico Prasetyo selaku Ketua Paguyuban PKL eks PJKA mengeklaim sejumlah fasilitas yang disediakan pemerintah untuk menunjang aktivitas jual beli saat ini sudah tidak layak.

”Mulai dari paving yang rusak, kamar mandi yang tidak terawat, hingga lampu penerangan yang minim,” katanya.

Nico berharap Pemkab Pamekasan segera melakukan evaluasi serta peninjauan langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi riil sentra PKL di kawasan eks PJKA. Sebab, sentra PKL tersebut terakhir kali tersentuh perbaikan sekitar tahun 2010 silam.

”Percuma kita berjualan di lokasi yang strategis, karena pembeli tidak akan tertarik dengan fasilitas yang ada,” ucapnya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM Naker) Pamekasan Achmad Sjaifudin mengatakan, pemerintah menaruh perhatian serius terhadap kondisi eks PJKA. Bahkan, institusinya sudah menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk membenahi kawasan tersebut.

”Kami sudah siap untuk melakukan revitalisasi sentra PKL eks PJKA tahun ini. Sudah dianggarkan,” klaimnya.

Dia menyebutkan, alokasi anggaran yang disiapkan untuk penyegaran tempat tersebut sebesar Rp 33.2630.000.

Perinciannya, Rp 20.490.000 untuk jasa perencanaan, Rp 12.140.000 untuk biaya pengawasan, dan Rp 300.000.000 untuk pekerjaan kontruksinya.

”Untuk anggaran fisik itu belum final, maih sebatas perencanaan awal. Adapun kebutuhan riilnya nanti akan disesuaikan dengan hasil review perencanaan,” pungkasnya. (lil/yan)

Editor : Amin Basiri