PAMEKASAN, RadarMadura.id Alokasi anggaran konsumsi rapat di Puskesmas Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, menuai sorotan dari legislatif.
Belanja makan dan minum (mamin) dianggap tak rasional. Karena itu, Komisi IV DPRD Pamekasan berencana akan memanggil pihak puskesmas.
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), total anggaran konsumsi rapat Puskesmas Bandaran mencapai Rp 204.822.800.
Dana ratusan juta itu dipecah menjadi sepuluh paket. Lima paket untuk belanja snack dan lima paket lainnya nasi kotak.
Total anggaran yang digelontorkan untuk belanja snack sebesar Rp 70.436.800 dan nasi kotak senilai Rp 134.386.000 dengan jumlah peserta sebanyak 4.634 orang.
Jika dirata-rata, harga satu paket snack Rp 15.200, sedangkan satu porsi nasi kotak Rp 29 ribu.
"Perlu kami undang (Puskesmas Bandaran) untuk memberikan keterangan," ujar Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Halili.
Pihaknya mendorong agar setiap instansi pemerintahan, termasuk puskesmas, lebih bijak dan cermat dalam mengelola anggaran.
Terlebih di tengah kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat yang cukup berdampak terhadap kondisi keuangan daerah.
Halili juga mengingatkan bahwa sekarang anggaran mamin diperketat. Termasuk perjalanan dinas (perdin) dan kegiatan seremonial lainnya.
Diharapkan anggaran tersebut dialihkan ke program yang lebih urgen dan prioritas.
"Anggaran yang tidak transparan dan rasional ini yang kadang-kadang memicu kecurigaan dan bikin ramai di medsos dan media," tegasnya.
Terpisah, Kepala Puskesmas (Kapus) Bandaran Eeng Aini menegaskan alokasi anggaran tersebut sudah sesuai rencana anggaran biaya (RAB).
Baca Juga: IPM Sumenep Tembus Level Tinggi, Cetak Pertumbuhan Tercepat di Madura
Di samping itu, pemanfaatannya tidak sepenuhnya untuk biaya rapat biasa, namun juga untuk kegiatan bersama masyarakat.
"Kami ada kegiatan seperti penyuluhan, kelas ibu hami (bumil), balita, dan lansia. Jadi dibilang untuk rapat, itu tidak sinkron dengan kegiatannya", pungkasnya. (lil/bil)
Editor : Hendriyanto