SUMENEP, RadarMadura.id – Penanganan bencana tanah longsor di Desa Sana Daya, Kecamatan Pasean, belum sepenuhnya maksimal.
Rencana relokasi bagi warga terdampak masih buram. Indikasinya, sampai saat ini mereka masih tinggal di tenda darurat.
Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman mengatakan, hingga saat ini rencana relokasi sebelas warga terdampak masih dalam proses.
Namun, dia mengeklaim sudah berkoordinasi dengan para pemangku kebijakan, termasuk dengan warga.
”Kemarin sudah disepakati akan kami relokasi dan ditawarkan untuk pindah,” ucap Bupati Kholil.
Namun demikian, pihaknya mengaku belum menerima update informasi lebih detail apakah warga terdampak sepakat untuk pindah lokasi.
Sementara berkenaan dengan penyediaan lahan relokasi, pihaknya masih melakukan kajian.
”Sebab, tidak ada tanah kas desa, sehingga perlu dipikirkan oleh pemerintah,” ujarnya.
Orang nomor satu di Kota Gerbang itu berharap semua warga yang terdampak bencana sepakat untuk pindah lokasi hunian.
Meskipun, dia mengakui warga sangat berat untuk meninggalkan tanah kelahiran yang sudah bertahun-tahun ditempati.
”Kami terus berupaya dan juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. Termasuk juga para dermawan yang ingin menyalurkan bantuan,” tegasnya.
Sementara itu, anggota DPRD Pamekasan Andy Suparto mendorong pemerintah benar-benar hadir untuk masyarakat Desa Sana Daya yang menjadi korban bencana.
Langkah-langkah yang diambil harus konkret agar warga tidak terlalu lama berada di tenda pengungsian.
”Pemerintah daerah harus segera merancang skema pengadaan lokasi hunian baru secara konkret. Siapa lagi kalau bukan pemerintah yang akan memikirkan hal itu,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, bencana longsor pada Sabtu (7/2) menyebabkan belasan rumah warga Desa Sana Daya retak dan rusak berat.
Dua hari berselang, tepatnya pada Senin (9/2), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mulai mendirikan tenda pengungsian bagi korban. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri