KEDIRI, RadarMadura.id – Puluhan pengajar bahasa Inggris siap mengabdikan diri ke sejumlah madrasah di Indonesia dalam program Pare Mengajar. Program itu hasil kolaborasi dengan Madrasah Memanggil yang digagas pengurus Punggawa Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Jawa Timur (Jatim).
Kerja sama ini secara resmi telah diteken oleh kedua belah pihak, yaitu PGMNI Jatim dan lembaga kursus Z-Generation International Foundation di Pare, Kediri, Jawa Timur, Senin (16/2).
Direktur Z-Generation International Foundation Pare Abd. Kholik mengatakan, dalam menyiapkan tenaga pengajar, pihaknya sebelumnya merekrut peserta untuk mengikuti program kursus bahasa Inggris secara gratis.
”Setelah mengikuti kursus dan pembinaan, mereka diwajibkan untuk mengabdi ke sejumlah madrasah di Indonesia yang telah ditentukan oleh PGMNI. Ini bentuk kepedulian kami terhadap pendidikan madrasah,” ucapnya.
Ke depan, jalinan kerja sama akan terus ditingkatkan. Tidak hanya pada bahasa Inggris, tetapi diperluas ke bahasa asing lainnya. S
eperti bahasa Arab dan Mandarin. Hal ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di lembaga pendidikan madrasah.
”Bagaimana SDM madrasah, baik guru maupun muridnya, memiliki skill dalam komunikasi bahasa asing,” tegasnya.
Ketua Umum PGMNI Jawa Timur Moh. Ali Muhsin menyambut baik kerja sama dengan Z-Generation International Foundation.
Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya dilandasi visi dan misi yang sama dalam memajukan madrasah.
Tapi juga sejalan dengan komitmen PGMNI untuk mendorong keterlibatan semua pihak dalam meningkatkan kualitas madrasah ke depan.
”Oleh karena itu, kami mengajak madrasah-madrasah untuk memanfaatkan peluang ini agar dapat memperoleh guru, tenaga pengajar, atau tutor yang telah dipersiapkan secara khusus dari lembaga kursus di Kediri,” ujarnya.
Jurnalis Jawa Pos Radar Madura (JPRM) itu juga menjelaskan, usai menekan kontrak kerja sama, PGMNI juga mengirim puluhan peserta kursus bahasa Inggris yang merupakan penerima beasiswa dari Z-Generation International Foundation. Mereka berasal dari berbagai daerah dari Jatim. Seperti Banyuwangi, Jember, dan Madura.
”Ada yang dari Kampus Al-Khairat, Ponpes Bata-Bata, Al-Amien Prenduan, dan dari berbagai pesantren atau madrasah lainnya di Jatim,” ujar pria yang juga menjabat sebagai ketua alumni kampus Al-Khairat itu. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri