PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan bersama Observatorium Jokotole UIN Madura melaksanakan rukyatul hilal di lantai atas Gedung Fakultas Tarbiyah UIN Madura, Selasa (17/2). Hasil pemantauan menyatakan hilal belum terlihat.
Penanggung Jawab Observatorium Jokotole UIN Madura, Hosen, menjelaskan bahwa kondisi cuaca menjadi salah satu faktor tidak terlihatnya hilal.
“Disamping karena mendung, ijtima’ masih akan terjadi nanti pada pukul 19.00,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan tersebut, awal Ramadan atau 1 Ramadan berpotensi jatuh pada Kamis (19/2). Sebab, Selasa (17/2) masih terhitung sebagai 30 Syakban.
“Hasil tersebut akan dilaporkan dari Kemenag Pamekasan ke pusat. Hal ini sebagai dasar atau isbat awal bulan Ramadan oleh Menteri Agama di Jakarta,” tegasnya.
Baca Juga: BRI Group Borong 4 Penghargaan Alpha Southeast Asia 2025 Berbasis ESG
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Pamekasan, Mawardi, menyampaikan bahwa meskipun hilal tidak terlihat di Pamekasan, keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama RI.
Rencananya, konferensi pers hasil sidang isbat akan dilakukan pada pukul 19.05 WIB.
“Untuk penentuan awal Ramadan tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama pusat,” tegasnya.
Mawardi juga mengimbau masyarakat agar tetap menyikapi potensi adanya perbedaan penetapan awal Ramadan dengan saling menghormati dan memahami.
Ia berharap masyarakat tetap menjaga kondusivitas dan persatuan menjelang bulan suci Ramadan. (lil/dry)
Editor : Hendriyanto